Delegasi Malaysia Sempat Datangi Kantor Amran, Mohon-mohon Ini ke RI

1 jam yang lalu 2

Jakarta, CNBC Indonesia - Kementerian Pertanian (Kementan) mengungkapkan, Malaysia sempat mendatangi instansi Kementerian Pertanian beberapa waktu lalu. Kedatangan tersebut dipicu kekhawatiran Negeri Jiran terhadap pasokan kelapa dari Indonesia nan menjadi penopang utama kebutuhan industri mereka.

Pengawas Mutu Hasil Pertanian Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian Agus Rosyid Wasingun mengatakan, permintaan dunia terhadap kelapa Indonesia terus meningkat. Bahkan, Malaysia saat ini sangat berjuntai pada pasokan kelapa dari Indonesia.

"Peluangnya, sebenarnya permintaan bumi cukup besar dan memang beberapa negara sudah mulai, apalagi seperti Malaysia itu nyaris 89% kebutuhan kelapanya dari Indonesia, sehingga ketika kemarin sempat dua tahun lampau kekurangan bahan, itu sempat datang ke kementerian untuk memohon agar tidak ada penghentian ekspor kelapa, tetapi (dibuatkan) pengaturan dan sebagainya," kata Rosyid dalam dalam Webinar Hilirisasi Kelapa Sinar Tani, Rabu (22/7/2026).

"Itu saking kekhawatirannya sangat tinggi, bahwa kebutuhan kelapa Malaysia itu 89% dipenuhi dari Indonesia. Kemudian kesempatan ekspornya juga cukup besar," sambungnya.

Menurut Rosyid, tingginya ketergantungan sejumlah negara terhadap kelapa Indonesia menjadi kesempatan besar bagi industri nasional. Ia menyebut permintaan ekspor tetap terbuka lebar, seiring semakin banyak negara nan mulai mengimpor produk olahan kelapa asal Indonesia.

Penjualan kelapa parut di area Kramat Jati, Jakarta, Kamis (17/4/2025). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)Penjualan kelapa parut di area Kramat Jati, Jakarta, Kamis (17/4/2025). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki) Foto: Penjualan kelapa parut di area Kramat Jati, Jakarta, Kamis (17/4/2025). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Ia juga mengungkapkan, jumlah negara tujuan ekspor produk olahan kelapa Indonesia terus bertambah. Bahkan, salah satu perusahaan pengolahan kelapa nasional disebut telah mengekspor produknya ke nyaris 80 negara.

"Jadi beberapa negara nan awalnya belum impor dari kita, itu sudah mulai impor. Waktu saya berjamu ke perusahaannya Pak Rudy (Ketua Harian Himpunan Industri Pengolahan Kelapa Indonesia/HIPKI), itu beliau menyebut ada sudah nyaris 80 negara nan meminta alias impor produk olahan kelapa ini ke perusahaannya, dan teman-teman nan lain," tutur dia.

Melihat tingginya permintaan tersebut, pemerintah sekarang mendorong percepatan hilirisasi kelapa agar ekspor Indonesia tidak lagi didominasi bahan baku, melainkan produk olahan nan mempunyai nilai tambah lebih tinggi.

Rosyid mengatakan, pengarahan Presiden Prabowo Subianto adalah meningkatkan nilai tambah komoditas di dalam negeri dengan mengundang penanammodal membangun industri pengolahan kelapa di Indonesia.

"Jika hilirisasi ini betul-betul kita laksanakan dengan baik dan mencapai output nan diharapkan, ini nyaris 10 kali lipat nilai tambahnya, dari buah menjadi beragam macam produk nan bisa diolah dan diekspor. Dan pengarahan Bapak Presiden jelas, nilai tambahnya kudu di dalam negeri, jika perlu mengundang penanammodal para pengolah itu untuk masuk ke dalam negeri, agar ekspor itu berupa olahan tidak buah bulat gitu ya," pungkasnya.

(wur)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya