Demi Pulangkan Korban, Prajurit TNI Terobos Medan Ekstrem dan Hadapi Hujan Peluru OPM di Yahukimo

15 jam yang lalu 5
Demi Pulangkan Korban, Prajurit TNI Terobos Medan Ekstrem dan Hadapi Hujan Peluru OPM di Yahukimo Prajurit TNI dari Satuan Tugas (Satgas) Habema mengevakuasi penduduk sipil Orang Asli Papua (OAP) nan menjadi korban pembunuhan di Distrik Seradala, Kabupaten Yahukimo.(MI/HO)

PRAJURIT TNI dari Satuan Tugas (Satgas) Habema membuktikan dedikasi mereka dalam menjalankan misi kemanusiaan di wilayah Papua Pegunungan. Meski kudu menembus pegunungan terjal sejauh puluhan kilometer dan menghadapi cuaca ekstrem, para prajurit tetap melangkah maju demi mengevakuasi penduduk sipil Orang Asli Papua (OAP) nan menjadi korban pembunuhan di Distrik Seradala, Kabupaten Yahukimo.

Misi ini bukanlah perkara mudah. Lokasi kejadian terletak sekitar 65 kilometer dari pusat Kabupaten Yahukimo dengan kondisi geografis nan didominasi pegunungan terjal dan akses nan sangat terbatas. Prajurit TNI kudu melakukan penyisiran secara berjenjang di tengah ancaman keamanan nan nyata.

Kronologi Penemuan dan Kontak Tembak

Panglima Komando Operasi TNI Habema, Mayjen TNI Yudha Airlangga, mengungkapkan bahwa proses pencarian dimulai dengan ditemukannya jejak darah nan mengarah ke letak para korban. Namun, di tengah upaya kemanusiaan tersebut, pasukan TNI justru mendapatkan perlawanan dari golongan bersenjata OPM.

"Saat proses penyisiran berjalan sekitar pukul 11.20 hingga 11.40 WIT, pasukan kami mendapat perlawanan dari golongan bersenjata OPM hingga terjadi kontak tembak. Mereka sudah menunggu kami, namun seluruh personel bisa mengantisipasi situasi tersebut sehingga misi kemanusiaan tetap dapat dilanjutkan," ujar Mayjen Yudha.

Data Evakuasi Korban di Distrik Seradala:

Nama Korban Status/Identitas Keterangan
Yentinus (Kumis) Kogoya Warga Sipil (Suami) Berhasil Dievakuasi
Pam Wendakwe Warga Sipil (Istri) Berhasil Dievakuasi
Identitas dalam pendalaman Perempuan (Suku Unaukam) Dalam Proses Pencarian

Prioritas Keselamatan Warga Sipil

Setelah situasi terkendali, prajurit sukses mengevakuasi jenazah pasangan suami istri, Yentinus Kogoya dan Pam Wendakwe. Kondisi kedua jenazah saat ditemukan sangat memprihatinkan akibat tindakan tidak manusiawi. Sekitar pukul 14.30 WIT, korban tiba di RSUD Dekai untuk proses visum dengan pengawasan langsung dari Bupati Yahukimo, Didimus Yahuli.

Mayjen Yudha Airlangga menegaskan bahwa keselamatan penduduk sipil adalah prioritas utama nan melampaui rasa takut terhadap medan maupun ancaman senjata.

"Medannya berat, cuacanya tidak bersahabat, apalagi kami sempat mendapat perlawanan. Namun, tidak ada satu pun prajurit nan mundur. Prioritas kami hanya satu, memastikan para korban kembali kepada keluarganya dengan layak," tegasnya.

Bantahan Narasi Intelijen

Dalam kesempatan tersebut, TNI juga membantah keras narasi nan disebarkan oleh golongan OPM nan mengeklaim bahwa para korban adalah bagian dari intelijen TNI. Mayjen Yudha menyatakan tudingan tersebut tidak berdasar dan merupakan upaya memperkeruh situasi.

Ia menegaskan bahwa para korban murni penduduk sipil Orang Asli Papua nan menjadi korban kekerasan. Kehadiran Satgas Habema di lapangan menjadi bukti bahwa TNI tidak hanya berfokus pada aspek keamanan, tetapi juga datang sebagai pelindung kemanusiaan bagi setiap nyawa masyarakat Papua nan memerlukan pertolongan. (Z-1)

Selengkapnya