Densus 88 Sita 13 Barang Bukti dari Rumah Terduga Teroris JAD di Tasikmalaya

2 jam yang lalu 2
ARTICLE AD BOX
Densus 88 Sita 13 Barang Bukti dari Rumah Terduga Teroris JAD di Tasikmalaya Densus 88 Antiteror menggeledah rumah kontrakan terduga teroris jaringan Jamaat Ansharut Daulah (JAD) Jalan Bebedilan, Gunung Koneng, Kelurahan Cilembang, Cihideung dan dijaga abdi negara Kepolisian bersenjata laras panjang.(MI/Kristiadi)

DETASEMEN Khusus (Densus) 88 Antiteror Mabes Polri melakukan penggeledahan di rumah kontrakan milik terduga teroris jaringan Jamaat Ansharut Daulah (JAD) berinisial AAS, 28, di Jalan Bebedilan, Gunung Koneng, Kelurahan Cilembang, Kecamatan Cihideung, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat. Dalam operasi tersebut, petugas sukses menyita sedikitnya 13 jenis barang bukti.

Ketua RT 02, Ade Mumu, mengonfirmasi bahwa barang-barang nan disita meliputi kitab jihad, pisau belati, senapan angin, busur panah, kabel, hingga perangkat peledak. Menurut Ade, AAS baru menempati kontrakan tersebut selama dua bulan sembari menunggu pembangunan rumah pribadinya selesai.

"Terduga AAS dikenal sebagai pribadi nan tertutup dan jarang berkomunikasi dengan penduduk sekitar, sangat berbeda dengan istrinya," ujar Ade Mumu, Senin (13/7/2026).

Berdasarkan keterangan pengurus Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kecamatan Cihideung, Aef Arifin, AAS merupakan mantan narapidana teroris (Napiter) jaringan JAD. Meski AAS sebelumnya dikategorikan bersih oleh BNPT dan telah berbaur dengan masyarakat sebagai pedagang mini selama tiga tahun terakhir, dia kembali ditangkap berbareng dua orang lainnya di Komplek Dadaha, Kecamatan Tawang.

Kapolres Tasikmalaya Kota, Ajun Komisaris Besar Andi Purwanto, menjelaskan bahwa pengungkapan ini bermulai dari laporan keributan antar pedagang di Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Dadaha. Cekcok terjadi antara pedagang jagung berinisial S dengan penjual tahu gejrot berinisial E nan diduga dalam kondisi mabuk.

Situasi memanas ketika AAS, nan merupakan penjual es teh sekaligus kerabat S, datang dan memarahi E. Saat penduduk mencoba melerai pertikaian tersebut, tiba-tiba terdengar bunyi ledakan keras dari arah belakang nan memicu kepanikan visitor dan pedagang di lokasi.

"Tim campuran telah menggelar olah TKP untuk menyelidiki kasus perkelahian tersebut dan menangkap tiga orang pelaku, termasuk AAS. Saat ini situasi sudah kondusif dan kasus tengah ditangani oleh pihak kepolisian," pungkas Andi Purwanto. (I-2)

Selengkapnya