Sesi Artist Talk nan menghadirkan Christopher Lehmpfuhl serta tiga seniman nan tergabung dalam organisasi SBY Art Community (SAC) pada Rabu (19/8) di Jakarta.(MI/Iis Zatnika)
Pameran lukisan Art for Peace and a Better Future: Collaboration di Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta, 18–30 Agustus 2026, menampilkan 150 karya lukisan kerjasama dari 27 seniman lintas generasi, termasuk karya Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Presiden Indonesia keenam. Pameran ini juga menampilkan karya Christopher Lehmpfuhl nan dikenal dengan karya-karyanya dalam style plein air painting.
Demikian terungkap dalam sesi Artist Talk nan menghadirkan Lehmpfuhl serta tiga seniman nan tergabung dalam organisasi SBY Art Community (SAC) pada Rabu (19/8) di Jakarta.
Ketua Pameran SBY Art Community (SAC) 2026, Akbar Linggaprana, mengatakan kehadiran Lehmpfuhl memperkuat unsur lintas budaya dalam pameran. Kolaborasi tersebut juga menjadi bagian dari kerja sama sister city Jakarta dan Berlin, seperti nan diungkapkan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung pada aktivitas pembukaan pameran, Selasa (18/8).
Pramono mengungkapkan, hubungan sister city alias kota kembar antara Jakarta dan Berlin telah terjalin selama 31 tahun sejak dimulai pada 1994. Kerja sama ini berfokus pada pengembangan kota pandai (smart city), penemuan digital hijau, dan transportasi berkelanjutan, serta budaya untuk mendukung visi Jakarta menjadi salah satu kota global.
Lehmpfuhl menyatakan, Jakarta menjadi tantangan besar lantaran dia belum pernah memandang kota sebesar ini, dengan bentang urban nan luas, penuh warna, hingga laut nan terlihat dari ketinggian. Ruang kotanya besar dan warna-warni, apalagi juga mengandung unsur laut. Salah satu karyanya nan menarik perhatian dalam pameran ini menggambarkan sosok Monas nan dilukis langsung dengan jari.
Lehmpfuhl di tanah airnya dikenal dengan teknik melukis luar ruang menggunakan jari, dengan goresan cat nan bertekstur, apalagi dia pernah melukis menggunakan tubuhnya. "Saat melukis di luar ruang, pelukis kudu siap melayani pertanyaan orang nan lewat, tapi saya juga senang lantaran ada tuna wisma nan berterimakasih lantaran area tempat dia tinggal diabadikan dalam kanvas."
Pameran Art for Peace and a Better Future: Collaboration juga menampilkan ikon lukisan berukuran superbesar, 280 x 700 cm, di ruang Galeri Emiria Soenassa. Karya seni kolektif tersebut dilukis oleh Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) berbareng 20 seniman dari SAC. Lukisan tersebut menampilkan beragam hewan di puncak ekosistem, seperti singa, harimau, serigala, dan burung pemangsa, nan tampil berhadapan dengan calon mangsanya, sebagai metafora relasi kuasa antara nan kuat dan lemah.(X-6)









English (US) ·
Indonesian (ID) ·