Dialog dengan Siswa Sekolah Rakyat, Mensos Motivasi Siswa agar Cepat Beradaptasi

2 hari yang lalu 3
Dialog dengan Siswa Sekolah Rakyat, Mensos Motivasi Siswa agar Cepat Beradaptasi Ilustrasi(Dok Istimewa)

MEMASUKI akhir pekan pertama penyelenggaraan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf alias Gus Ipul mengunjungi Sekolah Rakyat DKI Jakarta, Sabtu (18/7) malam. Dalam kesempatan tersebut, dia berbincang langsung dengan para siswa sekaligus memberikan motivasi agar mereka bisa beradaptasi dengan lingkungan belajar nan baru.

Di hadapan para siswa, Gus Ipul mengakui bahwa pada masa-masa awal tinggal di asrama, sebagian anak tetap mengalami kesulitan menyesuaikan diri dan merindukan keluarga. Meski demikian, dia meyakini kondisi tersebut bakal berubah seiring berjalannya waktu.

"Memang hari pertama, kedua, ketiga, kadang-kadang tetap ingat orang tua, tetap belum bisa mengikuti agenda nan padat, tapi percayalah kelak satu bulan, dua bulan nan bakal datang, anak-anakku bakal bisa mengikuti proses pembelajaran di sekolah rakyat. Ini bukan tahun pertama, sudah ada kakak-kakakmu nan lebih dulu," kata Gus Ipul.

Mensos juga membujuk para siswa berbincang mengenai kesan pertama mereka terhadap akomodasi Sekolah Rakyat, termasuk gedung permanen nan sekarang mulai digunakan.

"Lihat sarana dan prasarananya gedung permanen Sekolah Rakyat. Belum semuanya selesai dibangun, tapi anak-anakku sudah bisa memandang dan merasakan. Bagaimana gedung ini menurut kalian?," ujarnya.

Ia berambisi akomodasi nan telah tersedia dapat dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung proses belajar para peserta didik.

Dalam perbincangan tersebut, Gus Ipul turut membagikan pengalaman angkatan pertama Sekolah Rakyat. Menurutnya, banyak siswa nan semula kurang percaya diri dan pesimistis terhadap masa depan, namun sukses menunjukkan prestasi setelah memperoleh pendampingan dari pembimbing dan wali asuh.

"Oleh lantaran itu tidak perlu mini hati, tidak perlu rendah diri semuanya kudu semangat lantaran kelak bakal dibimbing oleh para guru-guru nan hebat, bakal didampingi oleh para wali asuh dan wali asrama," ucapnya.

Ia juga menegaskan bahwa setiap anak mempunyai nilai dan potensi nan sama untuk berkembang.

"Setiap siswa Sekolah Rakyat berbobot tidak dibeda-bedakan," tuturnya.

Pada kesempatan itu, sejumlah siswa diberi kesempatan menyampaikan pengalaman mereka selama mengikuti MPLS. Salah satunya Calysta, 12, nan mengaku sempat mengalami kesulitan di hari-hari pertama.

"Pertama nangis, kedua kangen orang tua, ketiga sudah terbiasa," ujar Calysta.

Cerita serupa disampaikan Jessi. Putri dari seorang pengemudi ojek online dan ibu rumah tangga itu mengaku sempat kehilangan angan untuk melanjutkan pendidikan sebelum diterima di Sekolah Rakyat.

"Sebelum masuk ke sini saya bermohon apakah saya tetap punya masa depan nan layak untuk ke depannya alias saya berakhir sampai di titik ini saja. Tapi ketika saya bermohon kemudian ditemukan jawabannya dengan Sekolah Rakyat ini," ucap Jessi.

Ia juga mengungkapkan kekhawatirannya pada awal masuk sekolah lantaran menjadi siswa dengan kepercayaan nan berbeda. Namun, menurutnya, kekhawatiran tersebut tidak terbukti lantaran teman-temannya menerima dirinya dengan baik.

"Jadi waktu awal ke sini jujur saya kenal teman-teman pada hari pertama, mereka sangat welcome sama saya padahal bisa dibilang kami berbeda keyakinan, tapi mereka sangat merangkul dan baik," katanya.

Jessi menambahkan, kebiasaan bangun berbareng teman-temannya saat waktu salat tahajud justru membantunya tetap menjalankan ibadah sesuai kepercayaan serta mengurangi rasa kangen kepada keluarga.

Menanggapi cerita tersebut, Gus Ipul kembali mengingatkan pentingnya menciptakan lingkungan sekolah nan aman, inklusif, dan saling menghormati. Ia menegaskan tidak boleh ada perundungan, diskriminasi berasas suku maupun agama, serta segala corak kekerasan, termasuk kekerasan bentuk dan seksual.

Berdasarkan info hasil penjangkauan peserta didik baru, Sekolah Rakyat DKI Jakarta saat ini mempunyai 207 siswa, terdiri atas 90 siswa jenjang SMA, 90 siswa jenjang SMP, dan 27 siswa jenjang SD. (H-2)

Selengkapnya