Pelatih Timnas Prancis Didier Deschamps(Valery HACHE / AFP)
DIDIER Deschamps bakal menutup perjalanan panjangnya berbareng timnas Prancis pada laga perebutan tempat ketiga Piala Dunia 2026 melawan Inggris, Minggu (19/7) awal hari WIB. Setelah 14 tahun memimpin Les Bleus, pembimbing berumur 57 tahun itu siap mengakhiri salah satu periode paling sukses dalam sejarah sepak bola Prancis.
Deschamps sebenarnya berambisi menutup masa jabatannya dengan mempersembahkan gelar Piala Dunia ketiga bagi Prancis. Namun langkah Les Bleus terhenti di semifinal setelah kalah 0-2 dari Spanyol sehingga sekarang kudu puas memperebutkan posisi ketiga.
Meski kandas mencapai final untuk ketiga kalinya secara beruntun, Deschamps memilih memandang akhir perjalanannya dengan kepala tegak.
"Saya beruntung mengalami begitu banyak momen luar biasa, juga masa-masa sulit. Hidup terus berjalan. Saya orang nan selalu berpikir positif dan saya percaya hal-hal baik tetap menanti. Melatih tim nasional Prancis adalah pengalaman terbaik dalam hidup saya," kata Deschamps.
Deschamps meninggalkan warisan besar. Sebagai pemain, dia mengangkat trofi Piala Dunia 1998 sebagai kapten. Dua dasawarsa kemudian, dia kembali membawa Prancis menjadi juara bumi pada jenis 2018 di Rusia sebagai pelatih.
Dia mengambil alih tim nasional pada 2012, saat Prancis tetap berupaya bangkit dari keterpurukan usai tersingkir di fase grup Piala Dunia 2010 nan diwarnai bentrok internal skuad.
Di bawah arahannya, Les Bleus kembali menjadi kekuatan utama sepak bola dunia. Selain menjuarai Piala Dunia 2018, Prancis juga mencapai final Euro 2016 dan final Piala Dunia 2022 meski kudu mengakui kelebihan Portugal dan Argentina.
Selama memimpin, Deschamps juga membawa Prancis sedikitnya mencapai semifinal dalam lima dari tujuh turnamen besar nan diikutinya.
Ketika ditanya rahasia konsistensi tersebut, Deschamps menjawab dengan nada ringan.
"Mungkin lantaran saya mempunyai pemain-pemain nan sangat bagus. Tapi sepertinya saya juga tidak bekerja terlalu buruk," katanya.
Dalam setahun terakhir, Deschamps mulai mengubah pendekatan permainan Prancis. Ia memberi kebebasan lebih besar kepada lini depan nan dihuni Kylian Mbappe, Ousmane Dembele, dan Michael Olise setelah sebelumnya kerap dikritik lantaran menerapkan strategi nan terlalu pragmatis.
Perjalanan Deschamps di Piala Dunia kali ini juga diwarnai duka pribadi. Ia sempat meninggalkan tim untuk menghadiri pemakaman sang ibu sebelum kembali mendampingi Les Bleus.
Laga melawan Inggris bakal menjadi pertandingan ke-27 Deschamps di putaran final Piala Dunia sebagai pelatih, sebuah rekor baru dalam sejarah turnamen.
Seusai turnamen, tongkat estafet bakal beranjak kepada Zinedine Zidane. Mantan rekan setim Deschamps saat membawa Prancis juara bumi 1998 itu disebut sebagai kandidat utama pembimbing berikutnya.
(AFP/H-4)








English (US) ·
Indonesian (ID) ·