Dikepung Lebih dari 800 Kebakaran Hutan Kanada, Kualitas Udara AS Memburuk

5 hari yang lalu 11
Dikepung Lebih dari 800 Kebakaran Hutan Kanada, Kualitas Udara AS Memburuk Kebakaran dahsyat melanda Kanada hingga asapnya menyelimuti wilayah AS. Kualitas udara Detroit memburuk drastis, sementara sebuah desa dilaporkan rata dengan tanah.(Media Sosial X)

KRISIS kebakaran rimba dahsyat kembali melanda Kanada. Berdasarkan info Canadian Wildland Fire Information System hingga Kamis, tercatat ada 858 titik api nan aktif membakar wilayah tersebut, termasuk 30 titik api baru. Mayoritas dari kebakaran ini dilaporkan tetap berada di luar kendali.

Dampak dari kebakaran besar di wilayah barat laut Ontario ini menghasilkan kepulan asap tebal nan sekarang bergerak ke selatan. Kondisi ini memicu peringatan kualitas udara rawan di sejumlah negara bagian Amerika Serikat (AS), seperti Michigan, Minnesota, wilayah Midwest, hingga wilayah Northeast.

Badan Cuaca Nasional AS (NOAA) menyatakan kualitas udara di Michigan dan Minnesota sekarang masuk dalam kategori "berbahaya," dan penduduk diimbau untuk tetap berada di dalam ruangan. Berdasarkan pencari kualitas udara Swiss, IQAir, Kota Detroit di Midwest saat ini menempati posisi terburuk di bumi untuk urusan kualitas udara, disusul oleh Minneapolis, Chicago, dan Toronto.

Pemukiman Warga Rata dengan Tanah

Di Kanada sendiri, situasi terpantau sangat kritis. Kebakaran di utara Ontario memaksa penduduk dari organisasi First Nations (suku asli) untuk dievakuasi. Beberapa rekaman video apalagi menunjukkan penduduk nan terpaksa melarikan diri dari wilayah terpencil tersebut menggunakan perahu.

Chief Namaygoosisagagun First Nation, Helen Paavola, mengungkapkan kesedihannya setelah memandang kondisi wilayahnya dari udara.

"Semua rumah sudah hilang. Tidak ada nan tersisa," ujar Paavola dalam wawancaranya dengan media lokal CityNews pada Kamis. Ia juga menyebut komunitasnya sekarang telah "terbakar menjadi abu".

Meski wilayah Ontario diprediksi bakal diguyur hujan angin besar dalam beberapa hari ke depan, intensitas curah hujan diperkirakan belum cukup kuat untuk memadamkan kobaran api secara signifikan.

Ketegangan Politik dan Faktor Iklim

Krisis tahunan nan terus berulang ini memicu rasa frustrasi dari personil parlemen Republik di Michigan. Mereka melayangkan surat terbuka kepada Perdana Menteri Kanada, Mark Carney, menuntut manajemen kebakaran rimba nan lebih baik.

"Satu tahun telah berlalu, musim ini datang lagi, dan tidak ada nan berubah selain kesabaran kami nan sudah habis," bunyi surat nan ditandatangani oleh empat perwakilan House wilayah tersebut.

Menanggapi kritik tersebut, PM Mark Carney menegaskan kedua negara mempunyai tanggung jawab berbareng dalam memerangi perubahan iklim. Ia juga memastikan pemerintahannya terus berkomunikasi erat dengan pemerintah provinsi dan organisasi lokal. Sementara itu, Perdana Menteri Ontario, Doug Ford, menegaskan pihaknya telah mengerahkan lebih dari 150 kru pemadam kebakaran. "Kami bakal mengeluarkan biaya berapa pun nan diperlukan," tegas Ford.

Pakar pengetahuan permukaan bumi dan lingkungan dari University of Western Ontario, Profesor Laura Chasmer, menjelaskan kebakaran rimba ini sangat dipengaruhi oleh cuaca ekstrem.

"Ini mengenai dengan beberapa pemanasan suasana ekstrem nan kita lihat, serta mengeringnya permukaan atmosfer," kata Chasmer.

Chasmer menambahkan, tren kebakaran sekarang bergeser dari wilayah barat ke timur Kanada, seperti Ontario, Quebec, dan provinsi Atlantik. Akibatnya, akibat asap menjadi lebih jelas terlihat di kota-kota padat masyarakat seperti Toronto dan New York. Skala dan intensitas api nan sangat besar membikin upaya pemadaman total menjadi sangat sulit. Waktu konsentrasi utama petugas saat ini adalah menahan agar api tidak merembet ke kota-kota terdekat. (BBC/Z-2)

Selengkapnya