(MI/Reza Sunarya)
INSIDEN terbakarnya Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cilotok, Purwakarta membikin pemerintah membenahi dan menutup dengan tanah adalah bagian dari penerapan sistem sanitary landfill (penimbunan berlapis) sebagai upaya pemerintah wilayah menghentikan pembuangan sampah terbuka alias open dumping.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Purwakarta, Erlan Diansyah menjelaskan, progres pembenahan TPA Cikolotok saat ini telah melampaui 60 persen.
Erlan menjelaskan, tanah urug didatangkan ke TPA untuk menutup timbunan sampah secara bertahap. Metode ini dikenal sebagai cover soil, ialah teknik menutup sampah menggunakan lapisan tanah guna mengurangi aroma menyengat, menekan perkembangan lalat dan hama, meminimalkan pencemaran lingkungan, serta meningkatkan stabilitas timbunan sampah.
“Selain penimbunan menggunakan cover soil, beragam prasarana pendukung juga terus kami kerjakan di area area TPA Cikolotok” kata Erlan, Sabtu (18/7).
Tidak hanya itu, pembangunan sistem drainase, kolam penampungan air lindi (leachate pond), terasering area timbunan sampah, hingga pembangunan akses jalan TPA saat ini juga dalam pembenahan.
Di area bagian atas TPA bekerja excavator dan bulldozer. Sedangkan di bagian bawah dioperasikan 4 unit excavator dan 1 unit bulldozer guna mempercepat proses penataan dan penimbunan sampah.
“Kami sasaran seluruh pembenahan TPA dapat dirampungkan, sesuai sasaran waktu dari Pemerintah Pusat,” jelasnya.
Transformasi tersebut menjadi bagian dari komitmen Kabupaten Purwakarta dalam menghentikan praktik open dumping alias pembuangan sampah terbuka, sesuai pengarahan pemerintah pusat. (H-4)








English (US) ·
Indonesian (ID) ·