Ditemukan 51 Kasus Baru Hingga Juni 2026, UPTD Puskesmas Kuta II Komit Target Pencapaian Zero HIV/AIDS 2030

1 hari yang lalu 4
Ditemukan 51 Kasus Baru Hingga Juni 2026, UPTD Puskesmas Kuta II Komit Target Pencapaian Zero HIV/AIDS 2030 Ilustrasi(Dok Istimewa)

UPT Puskesmas Kuta II, Kabupaten Badung Bali, mempunyai komitmen nan kuat untuk pencapaian sasaran zero HIV AIDS tahun 2030. Hal ini diketahui dari hasil monitoring dan pertimbangan nan dilakukan KPA Bali di Kuta beberapa waktu lalu. Kepala Sekretariat KPA Bali AAN Patria Nugraha mengatakan, monitoring dilakukan untuk mendukung capaian sasaran 95-95-95 (95% ODHIV mengetahui status HIV, 95% nan mengetahui statusnya mendapatkan pengobatan ARV, 95% orang nan telah mendapatkan pengobatan ARV Viral Load tersupresi). 

"KPA Provinsi Bali dalam mendukung pelayanan kesehatan HIV, terutama sebagai koordinator lintas sektor untuk meningkatkan pencegahan, pengendalian, dan penanggulangan akibat HIV, AIDS dan IMS terus berupaya memberikan support dalam peningkatan pelayanan kesehatan HIV dengan memfasilitasi akses masyarakat ke jasa kesehatan untuk skrining (tes HIV) dan pengobatan HIV," ujarnya Senin (20/7/2026).

Ia menegaskan, beragam upaya telah dilakukan oleh pemerintah pusat dan wilayah untuk pencegahan dan penanggulangan HIV dan AIDS dengan strategi Suluh, Temukan, Obati dan Pertahankan (S-T-O-P). Untuk itu, Dinas Kesehatan Provinsi Bali telah meningkatkan jumlah jasa kesehatan.  Salah satunya jasa Kesehatan VCT (Voluntary Counseling and Testing) dari tingkat klinik, puskesmas, rumah sakit pemerintah maupun rumah sakit swasta nan tersebar di Provinsi Bali. 

Upaya ini dilakukan untuk memenuhi kebijakan WHO ialah tes HIV dan diobati (Test and Treat). Konseling dan tes secara sukarela merupakan pintu masuk untuk membantu setiap orang mendapatkan akses ke semua pelayanan, baik informasi, edukasi alias support psikososial. 

"Untuk mendukung jasa kesehatan HIV nan berbobot dan sistematis (tata pengelolaan, laporan, kebijakan) serta menjamin pelayanan nan kondusif dan akuntable nan terdapat pada tingkat Klinik, Puskesmas, rumah sakit pemerintah maupun rumah sakit swasta maka KPA Provinsi Bali berbareng dengan Dinas Kesehatan Provinsi Bali dan stakeholder melaksanakan Monitoring Layanan Kesehatan HIV di Bali. Salah satunya di UPTD Puskesmas Kuta II," ujarnya. 

Hasil nan diperoleh di UPTD Puskesmas Kuta II sungguh luar biasa. 
Perkembangan menuju sasaran 95-95-95 dan Getting Three Zero pada Tahun 2030 sampai dengan bulan Juni 2026 pada Puskesmas Kuta II sebanyak 773 ODHIV hidup tahu status dan sejumlah 78% alias 603 orang sedang dalam pengobatan ARV. Dari 603 ODHIV hidup tahu status dan sedang pengobatan ARV sebanyak 66% alias 305 orang Viral Load Tersupresi.

Pada Bulan Januari samoai Juni Tahun 2026 ditemukan kasus baru HIV pada UPTD PKM Kuta II sebanyak 51 Kasus dengan pelaporan pada SIHA 2.1.
Konselor di UPTD PKM Kuta II terdapat 6 tenaga konselor termasuk Kepala PKM Kuta II dalam membantu dan memberikan support kepada klien. Proses konseling dan tes HIV sudah sesuai dengan SOP jasa VCT dimana konselor sudah menerapkan: Informed consent, Confidentiality, Counseling, correct test results, connection to care, treatment and prevention services. Prinsip dari jasa VCT berkarakter rahasia dan dilakukan secara sukarela. Artinya dilakukan atas inisiatif dan persetujuan pasien nan datang pada jasa VCT untuk diperiksa dan hasil pemeriksaan terjaga kerahasiaanya. 

Pada UPTD PKM Kuta II terdapat jasa ekstra pada Test HIV nan dilaksanakan sebulan 2 kali pada setiap Rabu pekan pertama dan ketiga dalam bulan.  Layanan ekstra ini diberikan support biaya dari Global Found (GF). 

Kolaborasi UPTD PKM Kuta II dengan KPA Kabupaten Badung dan organisasi HIV ialah Yayasan Spirit Paramacita pada sektor pendamping dan penjangkau ODHIV telah melangkah baik, namun kasus LFU di UPTD PKM Kuta II tetap ada dan saat ini dibantu oleh organisasi Yayasan Spirit Paramacita nan mendampingi ODHIV untuk kepatuhan minum obat agar tidak terjadi banyak Kasus ODHIV nan putus obat.

Pada UPTD PKM Kuta II sampai dengan bulan Juni 2026 terdapat 235 ODHIV lenyap secara keseluruhan, sejumlah 148 ODHIV nan potensial ditelusuri pada info SIHA 2.1 dan pernah ditelusuri sejumlah 129 orang alias 87%, dan sejumlah 19 ODHIV lenyap tidak pernah ditelusuri. Capaian 87% ini dilakukan dengan langkah setiap bulannya dilakukan penarikan info ODHIV nan potensial ditelusuri dan diberikan kepada pendamping sebayanya. Dalam akhir bulan pendamping sebaya memberikan laporan kepada petugas.

Pemeriksaan Viral Load untuk ODHIV nan bermaksud untuk mengetahui jumlah virus didalam darah ODHIV. UPTD PKM Kuta II telah melakukan pemeriksaan Viral Load pada pasien nan menjalani terapi ARV. Disarankan untuk Klien nan baru mengikuti pengobatan dilakukan 6 bulan pertama setelah mengikuti terapi dan pengguna nan sudah lama mengakses pengobatan dapat dilakukan setiap 1 tahun sekali.
Kolaborasi TB-HIV perlu dilakukan secara berkesinambungan. 

Semua pasien TBC nan datang kelayanan kudu ditanyakan riwayat Tes HIV nya. Jika pasien TBC belum pernah melakukan tes HIV alias hasil tes tidak diketahui, maka diperlukan tes HIV. Begitu juga sebaliknya setiap ODHIV wajib diberikan ARV dan setiap ODHIV dikaji status TBC pada setiap kunjungan. Jika ditemukan ODHIV terduga TBC, dilakukan pemeriksaan TBC dengan perangkat TCM dan jika ODHIV tidak sakit TBC maka diberikan terapi pencegahan TBC dengan rejimen INH 300mg alias 3HP. Rejimen 3HP dapat diberikan kepada ODHIV baru nan bukan ibu hamil. ODHIV nan terdiagnosis TBC kudu segera diobati dengan OAT. 

Konseling kepatuhan minum obat kepada ODHIV perlu ditingkatkan agar mengantisipasi terjadinya kasus putus obat dan resisten obat. Kasus LFU di UPTD PKM Kuta II tetap ada dan saat ini kasus LFU dapat diatasi oleh LSM organisasi nan membantu untuk menelusuri dan mendampingi ODHIV utk kepatuhan minum obat agar tidak terjadi banyak Kasus ODHIV nan putus obat.

Layanan Kesehatan VCT dan PDP nan berada di Kabupaten Badung terutama pada UPTD PKM Kuta II telah melangkah dengan baik dan sudah dilakukan sesuai petunjuk teknis dan prosedur nan ditetapkan. Untuk pelayanan program HIV dan telah bekerja-sama dengan semua Poli termasuk dengan Poli TBC.

Pelayanan pada UPTD PKM Kuta II menerapkan pelayanan ramah pasien dan tidak membeda-bedakan pasien. Sehingga ODHIV nan mengakses jasa pada UPTD PKM Kuta II tidak mendapatkan perilaku stigma alias diskriminasi. Pencatatan dan pelaporan pada aplikasi SIHA telah dilakukan dengan baik namun tetap diperlukannya refreshment mengenai pencatatan dan pelaporan SIHA 2.1. UPTD Puskesmas Kuta II juga  mendapat Dukungan nan baik dari Yayasan Spirit Paramacita dan LSM lainnya sehingga pelayanan kesehatan HIV di UPTD PKM Kuta II dapat melangkah dengan baik. (H-2)

Selengkapnya