DPR: Karhutla Bisa Berdampak Buruk terhadap Pasokan Bahan Pangan

51 menit yang lalu 3
 Karhutla Bisa Berdampak Buruk terhadap Pasokan Bahan Pangan ilustrasi(Antara)

Anggota Komisi V DPR RI Yuliansyah mengingatkan pemerintah untuk mewaspadai akibat tandus panjang serta kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terhadap kesiapan kebutuhan masyarakat, khususnya di Kalimantan Barat. Ia menekankan bahwa kekeringan tidak hanya merusak lingkungan, tetapi juga berpotensi mengganggu stabilitas pasokan bahan pokok nan bisa memicu krisis pangan.

Yuliansyah menilai kondisi ini memerlukan perhatian serius dari pemerintah pusat maupun daerah. Menurutnya, jika kesiapan air dan pasokan kebutuhan pokok tidak diantisipasi sejak dini, perihal tersebut bakal memicu persoalan ekonomi nan lebih berat bagi warga.

“Sudahlah kelak airnya susah, BPN-nya tidak ada, ini bakal menjadi berakibat bagi Kalimantan Barat ini,” ujar Yuliansyah dalam siaran pers nan diterima pada Selasa (25/8/2026).

Legislator dari Daerah Pemilihan (Dapil) Kalimantan Barat I ini menegaskan pentingnya memastikan pengedaran kebutuhan masyarakat tetap melangkah lancar di tengah cuaca ekstrem. Gangguan pada rantai pasok dikhawatirkan bakal memicu kenaikan nilai nan pada akhirnya membebani daya beli masyarakat.

“Ini bakal berakibat lagi nih tentang masalah BPN. nan bakal menyangkut harganya untuk masyarakat lagi,” tambahnya.

Oleh lantaran itu, Yuliansyah mendesak adanya kerjasama antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan pihak mengenai lainnya untuk menyiapkan langkah mitigasi. Fokus utama kudu diarahkan pada kesiapan air bersih dan ketahanan pangan agar tandus panjang tidak meluas menjadi krisis ekonomi.

“Untuk itu perlu menjadi perhatian unik pemerintah pusat maupun pemerintah wilayah dan juga pihak-pihak nan bisa bersinergi gimana mengatasi lautan kekeringan air maupun kenangan akibat di muara itu,” pungkasnya. (E-3)

Selengkapnya