Taylor Swift Ungkap Cara Menjaga Kesehatan Mental di Tengah Ketenaran

50 menit yang lalu 2
Taylor Swift Ungkap Cara Menjaga Kesehatan Mental di Tengah Ketenaran Taylor Swift ungkap langkah atasi tekanan hidup nan membesar hingga perjalanan kariernya. Simak pengakuan jujurnya dalam wawancara The Icon Sessions.(Tangkapan layar Youtube)

PENYANYI ternama Taylor Swift membagikan langkah dirinya menjalani hidup dan mengelola tekanan ketika segala sesuatunya mulai terasa begitu besar hingga susah dikendalikan. Pemilik 14 piala Grammy tersebut mengungkapkan refleksinya dalam wawancara retrospektif nan merangkum perjalanan kariernya di program The Icon Sessions, nan diselenggarakan Songwriters & Composers Wing dari Recording Academy.

Dalam sesi percakapan tersebut, Swift membahas gimana dia berupaya tidak membiarkan persepsi publik menghentikan alias memperlambat kreativitasnya dalam berkarya. Ia mengaku telah melewati beragam proses dan menemukan langkah tersendiri untuk memperkuat dalam menghadapi masa-masa susah selama bertahun-tahun.

“Saya melalui beberapa proses dan sistem pertahanan diri nan telah saya lewati selama bertahun-tahun,” ujar Swift. “Dan salah satunya adalah dengan mengatakan, ‘Kamu memilih ini. Kamu memilih ini setiap hari. Kamu bisa saja keluar dari ini kapan saja sebelum ini menjadi terlalu besar hingga susah dikendalikan.’ Dan saya memutuskan untuk tidak keluar lantaran saya sangat menyukainya.”

Bagi musisi kelahiran Pennsylvania ini, dedikasi terhadap karya adalah perihal mendasar nan menjadi titik awal sekaligus titik akhir dari seluruh perjalanan kariernya di industri hiburan. Bagi Swift, seluruh akibat serta tantangan nan menyertai popularitasnya pada akhirnya sebanding dengan kesempatan nan dia dapatkan untuk terus berkarya.

“Semua nan datang berbareng ini pada akhirnya sebanding, selama saya tetap bisa terus membikin musik,” tuturnya.

Meski musik menurutnya berpusat pada kebenaran emosional nan bisa terhubung alias tidak dengan para pendengar, Swift terbukti sukses melangkah sejauh ini dengan tidak mendengarkan pandangan skeptis orang-orang sewaktu dia tumbuh dewasa. Saat itu, beberapa pihak sempat menilai bahwa dia tidak mempunyai perspektif nan sah untuk menarik minat pada aliran tertentu.

“Saya menyadari bahwa saya membikin musik lantaran saya bermain untuk para penggemar,” kata Swift. “Saya merilis ini untuk orang-orang nan peduli tentang ini dan nan memandang musik sebagai langkah untuk mengatasi hidup mereka seperti nan saya lakukan.”

Ia juga memberikan pandangannya mengenai motivasi utama seorang seniman dalam menciptakan karya agar tetap memperkuat dengan argumen nan tepat di tengah sorotan publik.

“Saya pikir jika Anda betul-betul dapat melalui semua tahapan itu dan menyadari bahwa merilis musik nan telah Anda buat dan sangat Anda cintai bukanlah jalan menuju pengesahan universal, jika Anda tetap melakukannya, maka Anda mencintainya untuk argumen nan benar,” tambah Swift.

Perjalanan pekerjaan Swift mencapai titik sejarah baru pada Juni lampau ketika dirinya resmi diinduksi ke dalam Nashville Songwriters Hall of Fame angkatan 2026. Dalam angkatan tersebut, sang megabintang diinduksi berbareng sederet nama besar industri musik seperti Walter Afanasieff, Terry Britten, Graham Lyle, Paul Stanley dan Gene Simmons dari grup musik KISS, Kenny Loggins, Alanis Morissette, serta Christopher “Tricky” Stewart.

Saat menyampaikan pidato berdurasi 20 menit dalam aktivitas penghargaan tersebut, Swift mengenang kembali gimana menulis lagu pada dasarnya merupakan corak refleksi diri nan muncul secara alami bagi dirinya.

“Tidak ada nan mengajari saya langkah melakukannya,” kata Swift. “Saya kudu diajari langkah menghibur penonton dan mempelajari koreografi, menjadi tidak terlalu mengganggu, menavigasi industri, dan dengan gigih melindungi kesehatan mental saya sendiri. Saya kudu mempelajari semua itu seiring berjalannya waktu melalui pelajaran nan sulit, uji coba dan kesalahan dalam jumlah besar, serta kekacauan dan bencana.”

Swift menegaskan bahwa di antara seluruh rangkaian keahlian nan kudu dia pelajari di industri musik, keahlian merangkai lirik dan nada adalah satu-satunya perihal nan datang secara alami tanpa paksaan.

“Penulisan lagu, bagi saya, bisa dibilang satu-satunya perihal nan pernah saya lakukan secara alami,” pungkasnya. (People/Z-2)

Selengkapnya