Seorang penduduk mencari ikan di tengah Sungai Cisadane nan mulai mengering di Tangerang, Banten, Rabu (15/7/2026)(ANTARA/Muhammad Iqbal)
Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Tangerang mendorong Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang untuk mengoptimalkan musim kemarau guna mempercepat normalisasi saluran air. Langkah ini dinilai krusial sebagai upaya mitigasi menghadapi musim penghujan agar potensi banjir di beragam wilayah dapat diminimalkan melalui penanganan nan lebih efektif.
Wakil Ketua II DPRD Kota Tangerang, Arief Wibowo, menyatakan bahwa musim tandus adalah momentum nan tepat bagi pemerintah wilayah untuk melakukan pemetaan menyeluruh terhadap titik-titik nan memerlukan penanganan segera. Menurutnya, pemetaan ini bakal menjadi landasan kuat dalam menentukan langkah normalisasi serta memperkuat sistem tata air di Kota Tangerang.
“Informasi dari BMKG maupun BRIN menunjukkan potensi musim tandus nan cukup panjang. Namun, kita kudu tetap waspada terhadap perubahan suasana nan bisa mengubah cuaca sewaktu-waktu. Momen ini kudu dimanfaatkan untuk memetakan titik-titik rawan agar menjadi bagian dari sistem mitigasi akibat banjir,” ujar Arief di Tangerang, Sabtu (25/7/2026).
Efektivitas Pekerjaan dan Perencanaan Anggaran
Arief menjelaskan bahwa penyelenggaraan normalisasi saat debit air rendah jauh lebih efektif dan optimal dibandingkan saat musim hujan. Setelah pemetaan selesai, pemerintah dapat menyusun kajian kebutuhan pekerjaan serta sumber daya nan diperlukan secara lebih akurat.
Selain teknis lapangan, hasil pemetaan tersebut juga bakal menjadi dasar dalam penyusunan kebutuhan anggaran. Hal ini terutama berangkaian dengan pembahasan Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) Tahun Anggaran 2027 serta APBD Perubahan.
“Kami mendorong agar kebutuhan normalisasi nan telah dipetakan segera ditindaklanjuti untuk didorong penganggarannya pada perubahan anggaran terdekat. Dengan persiapan di musim kemarau, Kota Tangerang bakal jauh lebih siap saat musim penghujan tiba,” tambahnya.
Respons Dinas PUPR Kota Tangerang
Menanggapi dorongan tersebut, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Tangerang mengonfirmasi bahwa pihaknya tengah memanfaatkan cuaca panas untuk mengangkat sedimentasi dan membersihkan aliran sungai. Upaya ini bermaksud menjaga kapabilitas daya tampung air di wilayah-wilayah rawan.
Kepala Dinas PUPR Kota Tangerang, Taufik Syahzaeni, mengungkapkan bahwa salah satu konsentrasi utama saat ini adalah pengangkatan sedimentasi di Kali Serua, Ciledug. Pemkot telah mengerahkan Tim Pemeliharaan Sumber Daya Air untuk menormalisasi sungai nan merupakan bagian dari Daerah Aliran Sungai (DAS) Kali Angke tersebut.
“Kami terus melakukan mitigasi berkepanjangan dengan memperkuat prasarana pengendali banjir, termasuk sungai dan saluran air di area rawan, seperti Kali Serua,” pungkas Taufik.








English (US) ·
Indonesian (ID) ·