Bentrokan penduduk di Matraman, Jakarta, Minggu (26/7)(Tangkapan layar Sosial media X)
DUA sekolah nan berada di lantai dua Masjid Jami Matraman, Jakarta, menerapkan pembelajaran jarak jauh (PJJ) usai bentrokan antarkelompok penduduk di area tersebut, Minggu (26/7).
Camat Menteng Nurhelmi Savitri mengatakan kebijakan itu diambil sebagai langkah antisipasi agar proses belajar mengajar tetap berjalan tanpa mengganggu rasa kondusif siswa dan orangtua.
“Iya, PJJ,” kata Nurhelmi, Senin (27/7).
Menurutnya, PJJ bakal diberlakukan hingga situasi keamanan di sekitar Masjid Jami Matraman betul-betul kondusif setelah bentrokan. Namun, pemerintah belum menentukan pemisah waktu pelaksanaannya.
“Mengantisipasi saja agar orang tua dan anak-anak merasa lebih nyaman. nan krusial proses belajar mengajarnya tetap berjalan,” ujarnya.
Bentrokan terjadi di Jalan Matraman Dalam, Kelurahan Pegangsaan, Kecamatan Menteng, sekitar pukul 10.00 WIB.
Sebelumnya, Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Reynold E.P. Hutagalung menyebut kejadian bermulai dari perselisihan nan dipicu dua pengendara motor nan membikin kebisingan di sekitar lapak pedagang.
Akibat bentrok tersebut, seorang laki-laki berinisial K,23 meninggal dunia, sedangkan satu korban lainnya tetap menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM).
Aparat campuran dari TNI, Brimob, dan Polri tetap disiagakan di sekitar Masjid Jami Matraman untuk menjaga keamanan dan mengantisipasi bentrok susulan. (H-4)








English (US) ·
Indonesian (ID) ·