Dua tanker minyak meledak akibat ranjau di Selat Hormuz. Garda Revolusi Iran sebut kapal terjebak intelijen AS, sementara AS lancarkan serangan udara.(Islamic Revolutionary Guard Corps)
KORPS Garda Revolusi Iran menyatakan dua tanker minyak nan sedang transit melewati Selat Hormuz meledak dan terbakar setelah menabrak ranjau pada hari Sabtu. Pernyataan resmi tersebut dipublikasikan oleh instansi buletin negara Iran, IRNA.
Pihak Garda Revolusi tidak menyebut secara spesifik identitas dari kedua tanker tersebut. Namun, mereka menuduh pihak intelijen Amerika Serikat berada di kembali kejadian nan mengarahkan kapal-kapal tersebut ke area berbahaya.
"Satu jam nan lalu, dua tanker minyak, nan mencoba melewati ladang ranjau di selatan Selat Hormuz akibat penipuan badan intelijen Amerika, meledak dan terbakar," kata pihak Garda Revolusi dalam pernyataannya.
Lebih lanjut, pihak militer Iran juga mengeluarkan peringatan keras kepada para pelaut nan melintasi jalur laut vital tersebut agar tidak mengikuti rute nan diarahkan oleh pihak luar.
"Untuk melindungi modal mereka dan nan lebih penting, nyawa mereka, para pelaut tidak boleh tertipu dan memasuki ladang ranjau," tambah mereka.
Saat ini, Iran kembali menutup Selat Hormuz secara virtual selama sepekan. Langkah ini diambil sebagai upaya untuk mengendalikan jalur pelayaran internasional nan sangat krusial tersebut. Teheran juga telah berulang kali memperingatkan kapal-kapal tanker dan kargo agar hanya menggunakan jalur pelayaran nan dekat dengan garis pantai mereka di sisi utara selat, dan menghindari koridor selatan nan coba dilindungi oleh Amerika Serikat.
Merespons ancaman Iran terhadap keamanan pelayaran di Selat Hormuz, Amerika Serikat mengambil tindakan tegas dengan memberlakukan kembali blokade angkatan laut terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran. Selain itu, militer AS juga melancarkan serangan udara setiap malam ke sejumlah sasaran di wilayah Iran nan bermaksud untuk melemahkan keahlian Teheran dalam memantau dan menakut-nakuti selat tersebut.
Kantor buletin IRNA melaporkan bahwa rangkaian serangan udara terbaru dari AS pada hari Sabtu telah menghantam beberapa titik strategis. Wilayah nan menjadi sasaran meliputi Kota Ahvaz di barat daya, Bandar Abbas dan Pulau Qeshm nan berada tepat di Selat Hormuz, serta Lar dan Darab di wilayah selatan, hingga Kota Yazd nan berada di bagian tengah Iran. Hingga buletin ini diturunkan, belum diketahui secara pasti apakah ada korban jiwa akibat serangan udara tersebut. (AFP/Z-2)








English (US) ·
Indonesian (ID) ·