Ilustrasi(Dok Istimewa)
PT Bank Central Asia Tbk (BCA) resmi memulai program Sanggar Bakti BCA sebagai langkah untuk memperkuat keberlanjutan ekosistem seni pertunjukan di Indonesia. Program ini datang untuk menjawab beragam tantangan nyata nan dihadapi oleh organisasi seni, mulai dari keterbatasan pendanaan, kapabilitas pengelolaan organisasi nan minim, hingga terbatasnya akses terhadap pendampingan dan jejaring pengembangan.
Citra Art Studio menjadi sanggar pertama nan terpilih untuk menjadi peserta program Sanggar Bakti BCA untuk mendapatkan pembinaan jangka menengah nan lebih mendalam. Fokus pembinaan bukan hanya pada peningkatan kualitas karya pertunjukan, melainkan juga pada penguatan organisasi, pengelolaan aktivitas dan pertunjukan, pengarsipan karya, serta pengembangan sumber daya manusia agar sanggar dapat tumbuh lebih profesional, berdikari dan berkelanjutan.
Sebagai informasi, Citra Art Studio merupakan organisasi nan bergerak di bagian tari dan musik, di mana organisasi ini dibentuk oleh Armen Suwandi dan Siti Suryani. Citra Art Studio juga menekuni tarian kontemporer, semua tarian tradisi, dan kreasi di nusantara. Citra Art Studio ikut aktif dalam upaya mengembangkan dan melestarikan seni budaya nan ada di Indonesia. Hal ini dibuktikan dengan keikutsertaan dalam beragam aktivitas baik di dalam negeri maupun di luar negeri, juga aktif dalam aktivitas pagelaran musik dan tari.
EVP Corporate Communication & Social Responsibility BCA, Hera F. Haryn berambisi program ini dapat memperkuat peran sanggar nan dibentuk pada 2006 ini sebagai ruang pelestarian dan pengembangan seni budaya, sehingga bisa terus melahirkan karya, membuka kesempatan belajar bagi generasi muda dan memberikan faedah nan lebih luas bagi masyarakat.
“Kami berambisi sanggar nan terpilih dapat memanfaatkan program ini untuk mengembangkan potensi, memperluas peluang, dan memperkuat keberlanjutan sanggar. Pendampingan nan kami berikan diharapkan menjadi bekal bagi mereka untuk terus bertumbuh dan menjangkau audiens nan lebih luas,” ungkapnya dilansir dari keterangan resmi, Selasa (21/7).
Pelaksanaan program ini menggandeng Titimangsa sebagai mitra pelaksana program. Pemilihan ini dilakukan berasas rekam jejak Titimangsa selama lebih dari 15 tahun dalam mengembangkan seni pertunjukan, pengalaman memproduksi beragam karya seni dan program pelatihan.
Terdapat dua tahapan dalam penyelenggaraan Sanggar Bakti BCA, ialah tahap pertama, asesmen dan pemetaan organisasi seni untuk mengidentifikasi sanggar potensial berasas aktivitas seni, kapabilitas organisasi, kualitas proses berkesenian, dan komitmen untuk berkembang. Tahap kedua, pendampingan intensif nan mencakup penguatan kualitas artistik, penguatan kapabilitas organisasi, dan pengembangan karya pertunjukan.
Sebanyak 10 sanggar nan menjadi kandidat program telah menjalani penilaian oleh tim periset ialah Elly Luthan (maestro & koreografer tari tradisi) dan Joned Suryatmoko (aktor dan pelaku seni). Berdasarkan hasil pertimbangan secara komprehensif, terpilih lima sanggar terbaik nan memenuhi kriteria untuk selanjutnya melakukan presentasi secara langsung di hadapan panelis mahir nan kompeten di bidangnya, ialah Happy Salma (Pendiri Titimangsa), Nungki Kusumastuti (Akademisi Seni dan Pertunjukan), Sari Madjid (Produser dan Stage Manager Teater Koma), serta Nanang Hape (Budayawan dan Dalang).
Sebagai mitra pelaksana program Sanggar Bakti BCA, Happy Salma mengapresiasi kerjasama dengan Bakti BCA dalam mendukung keberlanjutan seni pagelaran di Indonesia. Menurutnya, program ini menjadi ruang belajar nan membuka kesempatan bagi sanggar untuk memperkaya perspektif dalam mengelola serta mengembangkan aktivitas kesenian, juga memperkuat ekosistem dan keberlanjutan.
“Senang sekali dapat bekerja-sama dengan Bakti BCA dalam program ini. Kolaborasi ini menjadi pengalaman nan sangat berbobot bagi Titimangsa. Kami berjumpa dengan banyak pegiat seni nan bekerja dengan penuh konsistensi dan kecintaan terhadap tradisi. Harapan kami, sanggar nan terpilih dapat menjadikan program ini sebagai kesempatan untuk berganti pengetahuan, mengembangkan pendapat baru, dan semakin percaya melangkah dalam perjalanan berkesenian mereka,” ujar Happy Salma.
Nungki Kusumastuti pun berpesan agar sanggar nan terpilih dapat semakin memperkuat program nan bakal dijalankannya setelah mendapatkan pendampingan dari BCA. Harapannya, pendampingan dapat berjalan efisien dan tepat sasaran.
“Terpilih sebagai Sanggar Bakti BCA tentu menjadi sebuah pencapaian sekaligus tanggung jawab. Saya berambisi sanggar nan terpilih dapat memanfaatkan program ini untuk semakin memperkuat pengelolaan sanggar, mengembangkan potensi nan dimiliki, dan menyiapkan langkah-langkah agar sanggar dapat terus tumbuh secara mandiri. Terlepas dari itu, saya ucapkan selamat lantaran sudah terpilih,” ujar wanita nan kerap disapa Nungki ini.








English (US) ·
Indonesian (ID) ·