Dukung Program Nasional, 93 SD di Kabupaten Bekasi Hadirkan Perpustakaan Ramah Anak

1 jam yang lalu 4
Dukung Program Nasional, 93 SD di Kabupaten Bekasi Hadirkan Perpustakaan Ramah Anak Siswa SD berbareng para Pendamping Perpustakaan Ramah Anak Kabupaten Bekasi.(MI/ANTON KUSTEDJA)

DALAM momentum Hari Anak Nasional (HAN) 2026, Kabupaten Bekasi terus memperkuat komitmennya menghadirkan lingkungan belajar nan aman, nyaman, dan menyenangkan bagi anak melalui Program Perpustakaan Ramah Anak.

Sebanyak 93 sekolah dasar (SD) di Kabupaten Bekasi sekarang menjadi bagian dari program nasional itu dengan pendampingan berkepanjangan untuk meningkatkan budaya literasi sejak usia dini.

Hal tersebut disampaikan dalam aktivitas di Cikarang Pusat, Kamis (23/7).

Pendamping Perpustakaan Ramah Anak Kabupaten Bekasi, Muhaidin Darma, mengatakan, Program Perpustakaan Ramah Anak merupakan inisiatif nasional nan menyasar sekitar 1.000 SD di Indonesia.

Kabupaten Bekasi menjadi salah satu wilayah nan memperoleh pendampingan bagi 93 SD, didukung support kitab referensi berbobot dari Kementerian Pendidikan serta pendampingan aktif dari Forum Taman Bacaan Masyarakat (TBM).

"Momentum HAN menjadi pengingat bahwa setiap anak berkuasa memperoleh akses terhadap ruang belajar nan nyaman dan menyenangkan. Alhamdulillah, di Kabupaten Bekasi sudah ada 93 SD nan menjadi bagian dari Program Perpustakaan Ramah Anak," ujar Muhaidin nan juga Sekretaris Forum Taman Bacaan Masyarakat Kabupaten Bekasi, Jumat (24/7).

Ia menjelaskan, program itu tidak hanya menghadirkan koleksi kitab berkualitas, tetapi juga membangun ekosistem literasi nan ramah bagi anak melalui aktivitas membaca nyaring, mendongeng, permainan edukatif, seni, hingga aktivitas luar ruang nan mendorong produktivitas dan minat baca peserta didik.

"Perpustakaan ramah anak bukan sekadar tempat menyimpan buku, tetapi ruang nan membikin anak nyaman datang, membaca, belajar, dan berkreasi. Karena itu, suasana ruang, mural edukatif, rak kitab nan mudah dijangkau, hingga aktivitas imajinatif menjadi bagian krusial dalam program ini," katanya.


BANYAK TANTANGAN


Meski demikian, hasil pendampingan di lapangan menunjukkan tetap terdapat sejumlah tantangan. Banyak sekolah menyampaikan kebutuhan bakal ruang perpustakaan nan lebih representatif, peralatan seperti rak dan lemari buku, serta penambahan koleksi referensi agar anak mempunyai lebih banyak pilihan dan tidak sigap merasa jenuh.

"Buku-buku nan ada sigap selesai dibaca oleh anak-anak. Karena itu, koleksi kudu terus diperbarui, begitu juga sarana perpustakaan agar semakin nyaman dan menarik," ungkap Muhaidin.

Dia menambahkan, selain pendampingan di sekolah, aktivitas literasi di Kabupaten Bekasi juga diperkuat oleh sekitar 100 Taman Bacaan Masyarakat (TBM) nan dikelola secara sosial dan sukarela. TBM aktif menggelar aktivitas membaca keliling, pengenalan lingkungan, melukis, permainan tradisional, serta beragam aktivitas edukatif di tengah masyarakat.

"Kami berambisi pemerintah wilayah berbareng bumi upaya dapat memperkuat kolaborasi, baik melalui pembangunan ruang perpustakaan, penyediaan peralatan, penambahan koleksi buku, maupun support terhadap TBM agar aktivitas literasi ramah anak semakin berkembang di Kabupaten Bekasi," tandasnya.

Selengkapnya