ARTICLE AD BOX
Jakarta, CNBC Indonesia - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menilai minat investasi di sektor daya baru terbarukan (EBT) terus meningkat. Bahkan, investasi EBT di area Asia Pasifik disebut telah meningkat hingga dua kali lipat.
Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM Eniya Listiani Dewi menyampaikan tren tersebut menjadi kesempatan bagi Indonesia untuk menarik lebih banyak investasi dalam pengembangan daya hijau.
"Nah, ini upaya untuk peningkatan daya baru terbarukan cukup masif dan kita mau mendorong investasi untuk masuk ke Indonesia tentunya," kata dia dalam aktivitas Energy Forum CNBC Indonesia, Jakarta dikutip Senin (29/6/2026).
Ia pun memperkirakan kebutuhan investasi dalam 10 tahun ke depan, untuk proyek EBT mencapai sekitar Rp1.600 triliun. Di sisi lain, investasi di bagian daya baru terbarukan di area Asia Pasifik sekarang juga telah meningkat sekitar dua kali lipat dibandingkan sebelumnya.
"Pihak perbankan mengatakan investasi di Asia Pasifik itu sekarang untuk EBT dua kali lipat. Jadi ini sudah melangkah dan ini diamini juga di sidang APEC ya, di situ perhitungannya sekarang investasi di green itu dua kali lipat. Nah, ini membuktikan bahwa memang semua mau berubah ke penggunaan daya nan lebih bersih," ujarnya.
Sementara itu, dia mencatat bauran EBT nasional saat ini telah mencapai 18,3%, melampaui sasaran Rencana Strategis (Renstra) nan berada pada kisaran 17-21%.
Menurut dia, capaian tersebut berasal dari sektor ketenagalistrikan maupun non ketenagalistrikan. Adapun, kontributor terbesar bauran EBT saat ini tetap berasal dari Fatty Acid Methyl Ester (FAME) alias biodiesel nan menyumbang 5,38% terhadap bauran daya nasional.
Meski telah tercapai, Eniya membeberkan bahwa pemerintah berupaya meningkatkan porsi daya hijau guna memperkuat ketahanan daya nasional. Salah satu langkah nan ditempuh adalah mempercepat pengembangan PLTS berkapasitas 100 GW.
(pgr/pgr)
Addsource on Google

1 jam yang lalu
2








English (US) ·
Indonesian (ID) ·