Early Riser, Mereka yang Aktif di Awal Hari, Wajib Pakai Tabir Surya agar Tak Cepat Keriput dan Terhindar dari Kanker Kulit

1 jam yang lalu 3
Early Riser, Mereka nan Aktif di Awal Hari, Wajib Pakai Tabir Surya agar Tak Cepat Keriput dan Terhindar dari Kanker Kulit Hafiza Fikri Fadel, master ahli dermatologi, venereologi, dan estetika berbincang dalam aktivitas Wardah AM Club 2026 di Jakarta, Rabu (12/8).(MI/Iis Zatnika)

Penggunaan sunscreen alias tabir surya menjadi salah satu langkah krusial dalam menjaga kesehatan kulit, terutama bagi masyarakat nan aktif beraktivitas di luar ruangan dan tinggal di negara tropis seperti Indonesia.

Hafiza Fikri Fadel, master ahli dermatologi, venereologi, dan estetika, mengungkapkan, pemilihan tabir surya perlu disesuaikan dengan kebutuhan kulit dan kondisi lingkungan. SPF 35 menjadi pemisah minimal tabir surya nan perlu digunakan dan diaplikasikan kembali secara berkala, terutama ketika seseorang tetap terpapar sinar mentari alias melakukan aktivitas di luar ruangan, ialah setiap dua sampai tiga jam.

"Pengaplikasian ulang diperlukan lantaran sunscreen dapat berkurang efektivitasnya akibat keringat, aktivitas, maupun terhapus ketika wajah disentuh alias dibersihkan," kata Hafiza pada aktivitas Wardah AM Club 2026 di Jakarta, Rabu (12/8).

Tabir surya menjadi komponen wajib dalam tiga langkah krusial perawatan kulit, ialah membersihkan wajah menggunakan pembersih nan sesuai dengan jenis dan kondisi kulit, menggunakan pelembap nan memberikan nutrisi, serta mengaplikasikan sunscreen.

Saat ini, lanjut Hafiza, tersedia tabir surya untuk kulit sensitif, apalagi produk nan memberikan pengaruh mencerahkan alias *tone up*, sehingga dapat memberikan pengaruh menyerupai dasar bedak.

"Paparan sinar mentari berlebihan dapat menyebabkan beragam masalah kulit, mulai dari kulit kering dan sensitif, kusam, munculnya flek hitam, kerutan alias tanda penuaan dini, hingga meningkatkan akibat kanker kulit. Konsistensi dan kesesuaian produk dengan kebutuhan dan aktivitas menjadi kunci."

Pada aktivitas tersebut, peserta dapat mencoba pemeriksaan perlindungan terhadap sinar mentari berasas kondisi kulit masing-masing, serta menggunakan peranti nan dapat mendeteksi jenis tabir surya nan tepat bagi beragam jenis kulit.

Hafiza juga mengingatkan para pehobi olahraga nan melakukan aktivitas di awal hari, nan dikenal dengan tagar *early risers*, agar tidak melewatkan penggunaan tabir surya sebelum melakukan aktivitas seperti berlari, yoga, alias jalan kaki.

"Tabir surya sekarang tersedia dengan formula serta karakter nan beragam, mulai dari tekstur, ketahanan terhadap air, hingga kebutuhan untuk aplikasi ulang," kata Hafiza. (X-6)

Selengkapnya