Jakarta, CNBC Indonesia - Pengadilan di Provinsi Sichuan, China, menjatuhkan balasan 10 tahun penjara kepada mantan Wakil Kepala Administrasi Negara untuk Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Industri Pertahanan Nasional, Zhang Jianhua. Ia terjerat kasus suap berbobot puluhan juta yuan alias ratusan juta miliar rupiah.
Mengutip China Daily, Kamis (6/8/2026), pengadilan menyatakan bahwa selama periode 2008 hingga 2025, Zhang memanfaatkan jabatannya untuk membantu pihak lain memperoleh untung dalam proses persetujuan manajemen dan investasi saham. Sebagai imbalannya, dia menerima suap dengan nilai lebih dari 43,38 juta yuan, alias sekitar Rp98 miliar (asumsi kurs Rp2.260 per yuan).
Tak hanya itu, setelah pensiun pada 2021 hingga 2025, Zhang tetap menggunakan pengaruh dari kedudukan lamanya untuk membantu beragam urusan upaya dan proyek. Dari praktik tersebut, dia kembali menerima suap lebih dari 11,7 juta yuan, setara sekitar Rp26 miliar.
"Dengan demikian, total nilai suap nan diterima Zhang mencapai sekitar 55 juta yuan, alias sekitar Rp125 miliar," tulis laman tersebut.
Menurut pengadilan, nilai suap nan diterima Zhang tergolong sangat besar sehingga memenuhi unsur tindak pidana penerimaan suap dan penyalahgunaan pengaruh. Meski demikian, pengadil memberikan balasan nan lebih ringan lantaran sejumlah aspek nan meringankan.
Zhang disebut kooperatif dengan mau menyerahkan diri secara sukarela, mengakui tindak pidana lain nan belum ditemukan penyidik, serta mengembalikan hasil kejahatannya. Diketahui, seluruh aset nan diperoleh secara terlarangan disita dan diserahkan kepada kas negara.
Zhang Jianhua, 65 tahun, memulai kariernya pada 1983 dan berasosiasi dengan Partai Komunis China pada 1986. Sebelum diselidiki pada Mei 2025, dia menghabiskan puluhan tahun berkarier di sektor pertahanan nasional.
Ia kemudian dikeluarkan dari Partai Komunis China pada Oktober tahun lalu, didakwa atas kasus suap pada Februari 2026. Ia menjalani persidangan pada 16 April sebelum akhirnya divonis 10 tahun penjara.
(sef/sef)
[Gambas:Video CNBC]

2 jam yang lalu
5








English (US) ·
Indonesian (ID) ·