Ekspor Nikel-Timah Cs Tersandera Kandungan LTJ, BKPM Buka Suara

13 jam yang lalu 6

Jakarta, CNBC Indonesia - Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mendorong perusahaan tambang untuk memperluas hilirisasi mineral hingga ke pemanfaatan logam tanah jarang (LTJ) alias rare earth elements nan terkandung dalam komoditas mineral.

Direktur Hilirisasi Mineral dan Batu Bara Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM Rizwan Aryadi Ramdhan mengatakan pemerintah pada prinsipnya bakal mendukung setiap upaya investasi nan bisa mendorong hilirisasi dan peningkatan nilai tambah mineral.

"Ya pada prinsipnya kami mendukung industri, hilirisasi investasi. Kalau memang ada hal-hal nan perlu dibahas dalam memfasilitasi investasi ya kami bakal lakukan perihal tersebut," ujarnya ditemui di Jakarta, Rabu (29/7/2026).

Sebagaimana diketahui, belakangan ini beberapa pengiriman nickel pig iron (NPI) dari Indonesia diketahui dilaporkan tertahan lantaran kudu menjalani pengetesan tambahan mengenai kandungan unsur logam tanah jarang (LTJ).

Menanggapi perihal tersebut, Rizwan menegaskan pemerintah berambisi hilirisasi tidak berakhir pada produk antara, tetapi bersambung hingga pengolahan komoditas nan mempunyai nilai ekonomi lebih tinggi.

"Jadi semua komoditas nan ada baik mineral, batubara, dan nan lainnya bisa diolah peningkatan nilai tambahnya dilakukan di Indonesia. Dari tahap awal sampai tahap hilir. Gak hanya nan tetap tahap-tahap awal aja. Seperti jika di Nickel kan, NPI alias mungkin nan MHP itu kan tetap di tahap awal. Harapannya bisa tumbuh ekosistemnya," katanya.

Adapun saat disinggung apakah perusahaan juga bakal didorong mengembangkan pengolahan LTJ nan terkandung dalam produk mineral, Rizwan menjawab perihal tersebut merupakan arah nan diinginkan pemerintah ke depan.

"Jadi jangan sampai itu hanya dalam corak mentah itu di ekspor alias di apa. Jadi bisa diolah lebih lanjut. Karena kan memang mungkin LTJ cukup strategis dalam konteks industri pertahanan alias mungkin industri-industri lain," ujarnya.

(ven/wur)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya