ARTICLE AD BOX
Ilustrasi.(Magnific)
MENJAGA kesehatan usus bukan sekadar mendukung pencernaan nan lancar. Dengan merawat mikrobioma usus--komunitas mikroorganisme di saluran pencernaan--Anda turut menjaga kesehatan sistem kekebalan tubuh, otak, hingga jantung. Mikrobioma ini memengaruhi langkah tubuh menyerap nutrisi serta memproduksi hormon dan neurotransmiter penting.
Diet memainkan peran besar dalam kesehatan usus. Namun beberapa makanan nan sering dianggap buruk ternyata mempunyai faedah luar biasa. Berikut enam makanan nan perlu Anda pertimbangkan kembali menurut para mahir diet:
1. Sauerkraut (Kol Asam)
Meskipun sering dikhawatirkan lantaran kandungan natriumnya, sauerkraut adalah sumber serat dan probiotik nan sangat baik. Setengah cangkir sauerkraut mengandung 2 gram serat (7% dari kebutuhan harian).
Menurut Lisa Andrews, M.Ed., RD, LD, serat sangat krusial untuk mengatur pencernaan dan membantu kuman usus berkembang. Pastikan memilih sauerkraut mentah (raw), lantaran proses pasteurisasi pada produk kalengan dapat membunuh kuman baik (probiotik) di dalamnya.
2. Kacang-kacangan
Banyak orang menghindari kacang-kacangan lantaran takut kembung. Namun, Raksha Shah, M.A., RDN, menjelaskan bahwa kacang dan lentil adalah makanan prebiotik paling berfaedah untuk keragaman mikrobioma. Gas nan muncul sebenarnya bisa menjadi tanda bahwa tubuh sedang memproduksi kuman baik di usus besar.
3. Kentang
Kentang sering dicap tidak sehat lantaran indeks glikemiknya nan tinggi. Namun, jika dimasak lampau didinginkan, kentang mengembangkan resistant starch (pati resisten). Pati ini tidak dicerna di usus halus, melainkan difermentasi di usus besar untuk menciptakan masam lemak rantai pendek nan mengurangi peradangan dan meningkatkan sensitivitas insulin.
4. Nasi Putih
Sama seperti kentang, nasi putih nan dimasak dan didinginkan (nasi sisa semalam) mengandung pati resisten nan lebih tinggi. Penelitian menunjukkan bahwa mengonsumsi nasi nan didinginkan selama 24 jam sebelum dipanaskan kembali dapat menghasilkan lonjakan gula darah nan lebih rendah dibandingkan nasi nan baru matang.
5. Sayuran Krusiferus
Kelompok sayuran ini meliputi brokoli, kubis, dan kembang kol. Meski sering menyebabkan gas, sayuran ini kaya serat dan senyawa kimia mengandung sulfur nan menurut studi dapat membantu mengurangi akibat kanker kolorektal. Jika Anda sensitif, cobalah mengonsumsinya dalam porsi mini terlebih dahulu.
6. Cokelat Hitam (Dark Chocolate)
Cokelat hitam mengandung polifenol, senyawa tanaman nan memberi makan kuman usus bermanfaat. Sebuah studi menemukan bahwa orang dewasa nan mengonsumsi cokelat dengan kandungan kakao 85% setiap hari mempunyai mikrobioma nan lebih beragam dibandingkan mereka nan tidak mengonsumsinya.
Strategi Lain untuk Kesehatan Usus:
- Tetap Terhidrasi: Air membantu serat bekerja lebih baik dalam melunakkan tinja.
- Kelola Stres: Ada hubungan kuat antara stres dan gangguan pencernaan seperti IBS.
- Tidur Cukup: Kurang tidur dapat mengganggu keseimbangan mikrobioma usus.
Kesimpulan: Jangan terburu-buru melabeli makanan sebagai buruk. Dengan pengolahan nan tepat, seperti mendinginkan nasi alias memilih cokelat hitam dengan kakao tinggi, makanan tersebut justru menjadi bahan bakar utama bagi kesehatan sistem pencernaan Anda. (EatingWell/I-2)








English (US) ·
Indonesian (ID) ·