ARTICLE AD BOX
Jakarta, CNBC Indonesia - Direktorat Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM resmi menetapkan Harga Indeks Pasar (HIP) Bahan Bakar Nabati (BBN) untuk biodiesel dan bioetanol nan bertindak pada Juli 2026.
"Harga Indeks Pasar (HIP) Bahan Bakar Nabati (BBN) untuk Biodiesel dan Bioetanol bulan Juli 2026 sudah resmi ditetapkan," dikutip dari akun IG Ditjen EBTKE, Jumat (3/7/2026).
Berdasarkan info Ditjen EBTKE, HIP bioetanol pada Juli 2026 ditetapkan sebesar Rp10.933 per liter. Perhitungan nilai bioetanol menggunakan formula HIP = (Harga Tetes Tebu KPB rata-rata selama tiga bulan x 4,125 kg/L) + US$ 0,25 per liter.
Harga tetes tebu KPB rata-rata nan digunakan dalam kalkulasi periode 15 Desember 2025 hingga 14 Juni 2026 tercatat sebesar Rp1.568 per kg. Sedangkan konversi kurs menggunakan rata-rata kurs tengah Bank Indonesia periode 15 Mei-14 Juni 2026 sebesar Rp17.853 per US$.
Sementara itu, HIP biodiesel untuk Juli 2026 ditetapkan sebesar Rp14.562 per liter + ongkos angkut. Perhitungan HIP biodiesel merujuk pada formula (Harga CPO KPB rata-rata + US$ 85 per ton) x 870 kg/m3 + ongkos angkut.
Harga rata-rata minyak sawit mentah (CPO) KPB periode 25 Mei hingga 24 Juni 2026 sebesar Rp15.217 per kg. Nilai konversi bahan baku biodiesel ditetapkan sebesar US$85 per metrik ton, sedangkan aspek konversi dari kilogram ke liter sebesar 870 kg/m3.
Adapun besaran ongkos angkut mengikuti Keputusan Menteri ESDM Nomor 290.K/EK.05/MEM.E/2025, sedangkan kurs nan digunakan merujuk pada rata-rata kurs tengah Bank Indonesia periode 25 Mei-24 Juni 2026 sebesar Rp17.895 per US$.
(ven/ven)
Addsource on Google

1 jam yang lalu
2








English (US) ·
Indonesian (ID) ·