Ganda putri Indonesia Siti Fadia Silva Ramadhanti/Amallia Cahaya Pratiwi(X @INABadminton)
LANGKAH ganda putri Indonesia, Siti Fadia Silva Ramadhanti/Amallia Cahaya Pratiwi, kudu terhenti lebih awal di arena Tiongkok Terbuka 2026. Pasangan ini mengakui bahwa ekspektasi nan terlalu tinggi justru menjadi bumerang nan menyebabkan performa mereka tidak maksimal di lapangan.
Bertanding di Changzhou, Tiongkok, pada Selasa (21/7/2026), Fadia/Tiwi takluk dari pasangan Jepang, Sayaka Hirota/Ayako Sakuramoto. Kekalahan ini terjadi dalam dua gim langsung dengan skor nan cukup mencolok, terutama pada gim kedua.
Hasil Pertandingan Babak 32 Besar China Open 2026:
| Ganda Putri | Siti Fadia Silva Ramadhanti/Amallia Cahaya Pratiwi vs Sayaka Hirota/Ayako Sakuramoto (Jepang) | 16-21, 4-21 |
Fadia mengungkapkan kekecewaan mendalam atas hasil ini, mengingat mereka juga meraih hasil kurang memuaskan pada Jepang Terbuka 2026 pekan lalu. Menurutnya, hambatan utama nan dihadapi kali ini lebih berkarakter non-teknis.
"Sangat kecewa dengan penampilan kami hari ini dan minggu lampau di Jepang. Mungkin faktornya nonteknis ya lantaran ekspektasi kami terlalu tinggi tapi di lapangan tidak seperti nan diinginkan," ujar Fadia melalui keterangan resmi PP PBSI.
Pada gim pertama, Fadia/Tiwi sebenarnya sempat memberikan perlawanan sengit. Namun, situasi berubah drastis pada gim kedua. Mereka kesulitan beradaptasi dengan kondisi teknis di lapangan, seperti laju kok nan kencang dan arah angin nan susah dikendalikan.
"Gim kedua kami betul-betul kaget lantaran laju bolanya jauh lebih kencang, menang anginnya tidak bisa kami kontrol dan akhirnya dari start sudah tertinggal jauh. Sama sekali tadi kami tidak bisa mengeluarkan corak permainan kami," tambah Fadia.
Senada dengan rekannya, Amallia Cahaya Pratiwi alias nan berkawan disapa Tiwi, menilai tekanan mental menjadi aspek krusial. Ketika strategi nan disiapkan tidak melangkah mulus, mereka justru terjebak dalam kemauan untuk segera meraih poin, nan malah berujung pada kesalahan sendiri.
"Ini pelajaran bagi saya dan kak Fadia, ketika permainan nan kami harapkan tidak keluar, kami jadi sangat tertekan dan menjadi bumerang banget. Ke depan kami tidak boleh berfokus pada hasil tapi gimana berpikir satu poin demi satu poin," pungkas Tiwi.
Kekalahan ini memastikan Indonesia kehilangan satu wakil di sektor dobel putri pada turnamen level Super 1000 tersebut. Fadia/Tiwi sekarang diharapkan dapat melakukan pertimbangan menyeluruh untuk menghadapi turnamen-turnamen berikutnya. (Ant/Z-1)








English (US) ·
Indonesian (ID) ·