Jakarta, CNN Indonesia --
Federasi sepak bola Korea Selatan (KFA) menjatuhkan hukuman kepada Shin Tae Yong berupa larangan melatih selama 10 tahun.
Sanksi ini diberikan KFA setelah berjumpa dengan Komite Fair Play pada awal bulan ini. Ada tiga hukuman nan diberikan kepada mantan pembimbing Timnas Indonesia tersebut.
Pertama, larangan melatih selama 10 tahun, larangan terlibat di kejuaraan (dalam kedudukan apapun), dan ketiga pengusiran permanen dari klub. Sanksi ini hanya bertindak di Korea Selatan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sanksi ini tidak bertindak di negara lain. Dengan kata lain Shin tetap bisa melatih klub lainnya di luar Korea. Saat ini Shin menangani klub Indonesia, Persija Jakarta.
Dilansir dari media Korea Selatan, Ichanela, federasi sepak bola Indonesia (PSSI) sudah mendapatkan info soal hukuman tersebut. Namun, hukuman ini tidak berefek pada pekerjaan Shin di Persija.
Mengenai hukuman ini, dilansir dari media nan sama, Shin mengaku hukuman nan diberikan kepadanya tidak adil. Shin punya banyak bukti kebenaran, tetapi tak mau sepak bola Korea Selatan gempar.
"Ada banyak aspek nan menurut saya tidak adil, dan saya mau mengungkapkan kebenaran, tetapi murid-murid saya bisa terluka jika saya berbicara, dan suasana sepak bola domestik tidak baik," kata Shin.
Perseteruan Shin dengan KFA berasal dari laporan tindakan kekerasan di klub. Shin, saat tetap melatih Ulsan Hyundai, dilaporkan melakukan kekerasan kepada sejumlah pemain.
Ada pula laporan bahwa Shin bermain golf di tengah-tengah kompetisi, ialah saat laga . Atas kasus ini Shin dipecat oleh Ulsan Hyundai. Pemecatan ini rupanya bukan akhir. Shin akhirnya disanksi KFA.
(abs/sry)
Add
as a preferred source on Google

1 jam yang lalu
3







English (US) ·
Indonesian (ID) ·