Muhammad Habibi Pulang Sekolah Melewati Lahan Sawah Di Kawasan Kecamatan Delima, Kabupaten Pidie, Aceh.(MI/Amiruddin Abdullah Reubee)
FENOMENA alam El Nino sekarang telah mengusik petani di area Provinsi Aceh. Pasalnya ribuan hektare (ha) lahan sawah nan ditanami padi musim gadu (musim tanam kedua) sekarang terjadi krisis debit air.
Untuk mencegah kekeringan tidak lebih parah, para petani di area Kabupaten Pidie ramai-ramai memakai mesin pompa air. Tujuannya adalah untuk menyedot air nan tersisa di dasar saluran besar alias dalam saluran pembuang.
Amatan Media Indonesia di area Kemukiman (wilah budaya beberapa desa) Lampoih Saka, Kecamatan Peukan Baro, Kabupaten Pidie misalnya, para petani masing-masing memasang mesin pompa air di sepanjang jalur irigasi sekunder setempat.
Mereka nan petak sawahnya dekat dengan saluran air, cukup menggunakan selang tenggorokan ditambah selang karet. Sedangkan mereka nan lahan sawahnya sampai puluhan meter kudu menggunakan selang pengedaran plastik ringan.
"Tergantung luas lahan sawah. Kalau banyak orang antrean, tentu kudu menyedot siang malam. Apalagi debit air saluran juga mini dan lambat" tutur Muhammad Nasir, tokoh petani di Kecamatan Peukan Baro.
Pemandangan serupa juga terlihat di saluran irigasi area Kecamatan Mutiara, Indrajaya dan Kecamatan Delima. Menggunakan mesin pompa air merupakan suatu langkah untuk menyelamatkan tanaman padi dari kekeringan.
"Kalau ada saluran terdekat dan tetap tersisa air, ini langkah utama menyelamatkan dari kekeringan. Tapi bagi nan lahan sawah jauh dengan saluran besar, tidak bisa juga menggunakan mesin pompa. Apalahi mesin ukuran mini dan tidak ada saluran cacing (saluran pengedaran ukuran kecil)," tutur Muslim, petani lainnya.
Amatan Media Indonesia, kondisi tanaman padi di Kabupaten Pidie sebagian besar sudah berur satu hingga dua bulan. Ada juga sebagian lainnya baru berumur 10 hingga 20 hari.
Kondisi ini tetap cukup mbutuhkan air. Apalagi nan sedang masa mengandung alias lagi pengisian isi bulir gabah. Dikhawatirkan jika kekeringan semakin parah alias terus berlanjut, bisa berakibat puso (gagal panen).(H-2)








English (US) ·
Indonesian (ID) ·