Coaching Clinic Festival Sepak Bola Rakyat di Manado Bersama Pelatih Izaac Wanggai.(MI/HO)
PEMBINAAN pemain usia muda menjadi salah satu fondasi vital dalam menjaga keberlanjutan prestasi sepak bola Indonesia. Selain kejuaraan rutin, para pemain muda memerlukan akses terhadap training berkualitas, pengalaman bertanding nan kompetitif, serta lingkungan kondusif nan bisa mengasah keahlian teknis sekaligus membentuk karakter nan kuat.
Sebagai upaya memperluas ruang pembinaan tersebut, Festival Sepak Bola Rakyat sukses diselenggarakan di lima kota besar, ialah Labuan Bajo, Jakarta, Palu, Makassar, dan Manado.
Rangkaian aktivitas nan berjalan sejak Desember 2025 hingga Juni 2026 ini melibatkan lebih dari 1.700 peserta berumur 16–18 tahun nan berasal dari 78 sekolah, klub, dan komunitas. Antusiasme masyarakat juga terlihat dari kehadiran lebih dari 4.000 penonton di sepanjang penyelenggaraan festival.
Kolaborasi Strategis untuk Talenta Daerah
Festival nan diinisiasi oleh PT Garuda Gemah Nusantara (GGN) berbareng Coca-Cola Indonesia ini resmi ditutup di Manado pada akhir Juni 2026. Di setiap kota penyelenggaraan, para peserta tidak hanya menjalani pertandingan kompetitif, tetapi juga mendapatkan pembekalan melalui coaching clinic, seminar kepelatihan, serta aktivitas organisasi nan dirancang untuk mendorong sportivitas dan kepercayaan diri.
Direktur PT Garuda Gemah Nusantara (GGN), Rizky Aidi, menyatakan bahwa tingginya minat generasi muda di setiap kota menunjukkan urgensi penyediaan wadah pengembangan potensi.
"Bersama support PSSI dan Coca-Cola Indonesia, kami berambisi pagelaran ini dapat terus membuka lebih banyak ruang bagi talenta muda di beragam wilayah untuk belajar, bertanding, membangun karakter, dan mengembangkan potensi mereka," ujar Rizky.
Wakil Ketua Umum PSSI, Ratu Tisha Destria, turut memberikan apresiasi terhadap konsistensi program ini. Menurutnya, ekosistem pembinaan nan berkepanjangan memerlukan sinergi antara pemain, pelatih, orang tua, hingga pemangku kepentingan.
"Bagi peserta usia 16–18 tahun, pengalaman seperti ini sangat krusial lantaran mereka tidak hanya bertanding, tetapi juga belajar tentang disiplin, kerja sama, sportivitas, serta membangun mentalitas untuk terus berkembang," tegas Ratu Tisha.
Dampak Luas di Luar Lapangan Hijau
Pembinaan talenta dalam rangkaian pagelaran ini juga merambah ke ranah digital dan ekonomi lokal. Melalui Podcast “Nobar (Ngobrol Bola Ramean) with Coca-Cola”, pembahasan mengenai sepak bola usia muda sukses menjangkau audiens luas dengan catatan 518.789 tayangan dan ribuan hubungan digital.
Selain itu, pagelaran ini memberikan akibat ekonomi nyata dengan melibatkan nyaris 30 pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di lima kota penyelenggaraan. Keterlibatan ini membuka ruang bagi organisasi ekonomi setempat untuk menjadi bagian dari ekosistem sepak bola daerah.
Pelatih sepak bola, Fabio Oliveira, menekankan bahwa banyak pemain di wilayah mempunyai keahlian menjanjikan namun sering terkendala minimnya kesempatan.
"Festival seperti ini memberikan pengalaman langsung bagi peserta untuk memahami nilai-nilai sepak bola secara luas, sehingga mereka dapat membangun motivasi untuk terus berkembang," katanya.
Keberlanjutan Melalui University League
Komitmen pembinaan ini tidak berakhir di level sekolah, namun bersambung ke jenjang perguruan tinggi melalui Coca-Cola University League. Hingga saat ini, kejuaraan tersebut telah menggelar 98 pertandingan di dua wilayah dengan melibatkan puluhan sukarelawan mahasiswa dan perangkat pertandingan profesional. Di ruang digital, kejuaraan ini apalagi telah menjangkau lebih dari 6,9 juta tayangan video sebelum melakukan ekspansi ke skala nasional.
President Director Coca-Cola Indonesia, Eva Lusiana, menegaskan bahwa sepak bola mempunyai kekuatan unik untuk menyatukan masyarakat.
"Melihat lebih dari 1.700 peserta muda menjadi bagian dari perjalanan ini merupakan perihal nan sangat berarti. Kami berambisi pengalaman ini menginspirasi generasi muda untuk percaya pada potensi mereka dan merayakan sepak bola secara inklusif," ungkap Eva.
Dengan momentum Piala Dunia 2026, rangkaian inisiatif ini diharapkan menjadi injakan bagi terciptanya ruang positif nan berkepanjangan bagi generasi muda Indonesia untuk terus berprestasi dan membangun karakter melalui sepak bola. (Z-1)









English (US) ·
Indonesian (ID) ·