Final Genera-Z Berbakti Berakhir, Peserta Harus Siap Hadapi Situasi di Desa

1 hari yang lalu 14
Final Genera-Z Berbakti Berakhir, Peserta Harus Siap Hadapi Situasi di Desa Setiap mahasiswa dalam sebuah golongan kudu mempunyai pemahaman nan sama tentang materi nan mereka bawakan ke panggung.(Dok. BCA)

BABAK final Genera-Z Berbakti 2026, program call for proposal untuk mahasiswa dari Bakti BCA, telah selesai dilakukan. Salah satu panelis Genera-Z Berbakti 2026, Cinta Laura Kiehl, sempat memberikan insight kepada seluruh peserta agar mereka siap untuk apapun, baik di atas panggung maupun saat berada di desa nanti.

Cinta Laura Kiehl selaku entertainer & sociopreneur kerap berpesan pada seluruh finalis agar menyampaikan buahpikiran dengan baik saat melakukan presentasi. Untuk bisa melakukan perihal itu, mereka memerlukan kepercayaan diri kuat dan persiapan matang demi menghadapi situasi tak terduga.

"Setiap mahasiswa dalam sebuah golongan kudu mempunyai pemahaman nan sama tentang materi nan mereka bawakan ke panggung. Akan disayangkan ketika saat ditanya, mereka justru tidak mengerti presentasi mereka sendiri lantaran berjuntai pada personil lain dalam kelompok mereka. Mereka juga kudu bisa mengubah buahpikiran kompleks menjadi sederhana. Presentasi terbaik datang ketika semua penonton mengerti, terlepas dari latar belakang mereka," kata Cinta Laura.

Penampilan dua tim nan berjumpa pada babak final terakhir Genera-Z Berbakti 2026, Universitas Indonesia (UI) dan Binus University, mencerminkan pesan Cinta Laura. UI dan Binus University bersaing demi memperoleh kesempatan berangkat ke Desa Wisata Kakaskasen Dua, Tomohon. 

Di hadapan panelis, kedua tim mengambil pendekatan berbeda untuk memaksimalkan potensi Desa Wisata Kakaskasen Dua, mulai dari pariwisata dan ekonomi lokal hingga regenerasi budaya. Meski sudah memandang penampilan enam tim sebelumnya, kekhawatiran dan gugup tetap dirasakan perwakilan UI dan Binus University saat membawakan presentasi di hadapan panelis dan menanggapi pertanyaan mereka. 

Hal ini salah satunya disampaikan Ria, perwakilan Tim Aksara dari Binus University. "Saya cukup kaget rupanya presentasi nan dibawakan oleh UI itu cukup baik, dan public speaking-nya juga oke. Jadi kami merasa cukup deg-degan. Tapi kami tidak terlalu grogi alias takut, kami tetap santuy saja," kata Ria.

Irfan, salah satu perwakilan tim Katalis UI, punya pandangan berbeda. Menurutnya, nan terpenting dari program mereka adalah menjawab masalah nyata masyarakat desa, bukan hanya dari riset. 
"Mendengarkan masyarakat desa itu penting. Namanya kita mengabdi. Oleh lantaran itu kita kudu mendengarkan dan mempelajari apa saja masalah nan mereka rasakan dan bukan sekadar bertumpu kepada data," kata Irfan.

Ilmuwan dan wirausahawan sosial serta salah satu panelis Genera-Z Berbakti 2026, Tri Mumpuni, berpendapat, perihal nan mahasiswa paling butuhkan adalah kompetensi agar dapat mengimplementasi program dan membawa akibat positif secara optimal.

"Buat saya nan paling krusial adalah mereka punya kompetensi kerakyatan, mengerti betul apa itu pembangunan berbasis masyarakat. Tetapi jangan lupa bahwa para mahasiswa kudu punya kompetensi keikhlasan, lantaran nan mereka hadapi di sana tidak semudah nan mereka bayangkan. Mereka kudu punya ketahanan nan cukup, ketangguhan, dan integritas," kata Tri Mumpuni.

Dari 8 finalis Genera-Z Berbakti 2026, 4 tim terpilih segera berangkat ke 4 desa wisata bimbingan Bakti BCA untuk mengimplementasikan program nan telah dipresentasikan. Keempat desa wisata tersebut adalah Desa Wisata Kreatif Terong, Kabupaten Belitung; Desa Wisata Situs Gunung Padang, Kabupaten Cianjur; Desa Wisata Patakbanteng, Kabupaten Wonosobo; dan Desa Wisata Kakaskasen Dua, Kota Tomohon.

"Saya percaya bahwa peserta Genera-Z berkhidmat telah menyusun rencana matang berbasis buahpikiran nan baik. Para mahasiswa juga telah membuktikan mereka berbudi pekerti kuat dan mempunyai keahlian nan dibutuhkan untuk berkontribusi pada setiap desa wisata bimbingan Bakti BCA. Oleh lantaran itu, BCA berambisi program dan pendapat mereka dapat memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat," kata EVP Corporate Communication & Social Responsibility BCA Hera F Haryn.

Saksikan keseruan babak final Genera-Z Berbakti 2026 nan tayang setiap Sabtu di YouTube BCA (@SolusiBCA), alias klik tautan bca.id/genzberbakti serta platform mitra. (E-1)

Selengkapnya