Formula 1 Siapkan Skenario Akhiri Musim 2026 di Eropa Jika GP Qatar dan Abu Dhabi Batal

1 jam yang lalu 2
Formula 1 Siapkan Skenario Akhiri Musim 2026 di Eropa Jika GP Qatar dan Abu Dhabi Batal Aksi para pembalap Formula 1 di GP Qatar pada 30 November 2025.(AFP/KARIM JAAFAR)

FORMULA 1 tengah menyiapkan skenario darurat untuk menutup musim balap 2026 di Benua Biru. Langkah ini diambil sebagai antisipasi andaikan dua seri penutup di Timur Tengah, ialah GP Qatar dan GP Abu Dhabi, terpaksa dibatalkan akibat eskalasi situasi keamanan di area tersebut.

CEO Formula 1, Stefano Domenicali, menegaskan bahwa meskipun saat ini kedua balapan tersebut tetap sesuai jadwal, pihaknya terus memantau perkembangan kondisi di Kawasan Teluk.

"Untuk saat ini, balapan di Qatar dan Abu Dhabi tetap terkonfirmasi. Tiket untuk kedua balapan itu juga sudah terjual habis," ujar Domenicali sebagaimana dikutip dari Sky Sports, Rabu (29/7).

Namun, dia memberikan catatan tegas bahwa Formula 1 tidak bakal memaksakan penyelenggaraan jika kondisi tidak memungkinkan.

"Bila itu tidak memungkinkan, akhir musim bakal berjalan di Eropa lantaran kami tidak bisa pergi ke tempat lain," tambahnya.

Batas Waktu Keputusan

Manajemen F1 menetapkan pertengahan September sebagai tenggat waktu final untuk memutuskan apakah bakal ada perubahan agenda alias tetap pada rencana semula. Domenicali menyatakan pihaknya mau mengambil waktu semaksimal mungkin guna memandang dinamika situasi sebelum mengambil keputusan nan tepat.

Sebagai langkah konkret, Sirkuit Imola di Italia telah muncul sebagai kandidat utama pengganti. Imola, nan tidakhadir dari almanak musim ini, diproyeksikan menjadi letak seri penutup jika balapan kudu dipindahkan ke Eropa.

Jadwal Seri Penutup F1 2026 (Rencana Awal):

Seri Grand Prix Tanggal Pelaksanaan Status
GP Qatar 29 November 2026 Terkonfirmasi (Tentatif)
GP Abu Dhabi 6 Desember 2026 Terkonfirmasi (Tentatif)

Dampak Konflik dan Perubahan Kalender

Ketidakpastian di Timur Tengah sebelumnya telah berakibat pada almanak balap musim ini. GP Arab Saudi dan GP Bahrain, nan semula dijadwalkan pada April lampau terpaksa dibatalkan. Sebagai solusi, seri Bahrain dipindahkan ke Sirkuit Sepang, Malaysia, nan dijadwalkan berjalan pada 4 Oktober mendatang dengan support finansial dari Kerajaan Bahrain.

Menatap masa depan, Formula 1 juga telah menyiapkan beragam skenario untuk musim 2027. Meski situasi geopolitik belum stabil, Domenicali menegaskan sasaran Formula 1 tetap menyelenggarakan 24 seri Grand Prix pada musim depan.

Beberapa perubahan signifikan dalam almanak mendatang meliputi:

  • Kembalinya Seri Klasik: Portugal dan Turki dipastikan kembali masuk dalam almanak balap musim depan.
  • Ekspansi Global: F1 terus menjajaki kesempatan menggelar balapan di Afrika serta merespons minat dari negara-negara di Asia dan Amerika Selatan.
  • Pasar Asia: Untuk saat ini, Formula 1 dipastikan tetap mempertahankan satu seri Grand Prix di Tiongkok.

"Tentu saja jika situasi di Timur Tengah belum terselesaikan, kami mempunyai beberapa opsi dan rencana nan berbeda. Namun pemicu untuk mengambil keputusan itu baru pada akhir tahun, sehingga kami tetap mempunyai banyak waktu," pungkas Domenicali. (Ant/Z-1)

Selengkapnya