Ilustrasi(magnifik)
SELAMA bertahun-tahun, para astronom hanya bisa mengawasi objek mini nan dijuluki sebagai "bulan mini" Bumi dari kejauhan. Kini, untuk pertama kalinya, objek misterius tersebut sukses dipotret dari jarak dekat oleh wahana antariksa Tianwen-2 milik Tiongkok. Capaian ini menjadi langkah krusial dalam penelitian asteroid lantaran membuka kesempatan untuk mengungkap asal-usul salah satu barang langit paling unik di sekitar Bumi.
Objek nan dimaksud adalah Kamoʻoalewa, sebuah asteroid nan mempunyai hubungan orbit sangat erat dengan Bumi. Meski sering disebut "bulan mini", sebenarnya barang langit ini bukan satelit alami seperti Bulan nan selama ini mengelilingi planet kita.
Kamoʻoalewa Bukan Bulan Kedua Bumi
Kamoʻoalewa termasuk dalam kategori quasi-satellite alias satelit semu. Artinya, asteroid tersebut mengorbit Matahari, bukan Bumi. Namun, lintasannya nyaris sama dengan orbit Bumi sehingga dari perspektif pandang planet ini, Kamoʻoalewa tampak terus berada di dekat Bumi selama bertahun-tahun.
Asteroid nan pertama kali ditemukan pada 2016 ini diperkirakan mempunyai diameter sekitar 40 hingga 100 meter. Karena orbitnya nan stabil dan relatif dekat, para intelektual menganggapnya sebagai laboratorium alami untuk mempelajari sejarah awal tata surya.
Foto Perdana Ungkap Permukaan Asteroid
Foto terbaru nan dikirim Tianwen-2 memperlihatkan Kamoʻoalewa mempunyai corak tidak beraturan dengan permukaan nan dipenuhi bebatuan. Gambar tersebut diambil ketika wahana berada sekitar 20 kilometer dari asteroid.
Misi ini tidak hanya bermaksud memotret objek tersebut. Tianwen-2 juga bakal memetakan karakter permukaannya sebelum mencoba mendarat dan mengambil sampel batuan. Jika berhasil, sampel itu dijadwalkan kembali ke Bumi pada 2027 untuk dianalisis oleh para ilmuwan.
Petunjuk Baru Asal-usul Bulan
Keberhasilan misi ini dapat membantu menjawab salah satu pertanyaan besar dalam pengetahuan astronomi, ialah apakah Kamoʻoalewa merupakan pecahan Bulan nan terlontar akibat tumbukan besar jutaan tahun lampau alias berasal dari golongan asteroid lain di tata surya.
Analisis terhadap sampel nan dibawa pulang nantinya diharapkan bisa mengungkap komposisi mineral asteroid secara rinci. Informasi tersebut bakal memberikan gambaran lebih jelas mengenai proses pembentukan Bulan, perkembangan asteroid dekat Bumi, hingga sejarah awal tata surya.
Foto pertama Kamoʻoalewa menjadi tonggak krusial dalam eksplorasi antariksa. Selain membuktikan keahlian teknologi misi Tianwen-2, pencapaian ini juga membuka babak baru dalam upaya manusia memahami benda-benda mini nan berada di lingkungan kosmik paling dekat dengan Bumi.
Sumber: Space








English (US) ·
Indonesian (ID) ·