Freeport Targetkan Smelter Gresik Beroperasi Lagi di September 2026

1 jam yang lalu 3
ARTICLE AD BOX

Jakarta, CNBC Indonesia - PT Freeport Indonesia menyebut akomodasi pengolahan dan pemurnian (smelter) tembaga baru di Java Integrated Industrial and Port Estate (JIIPE) di Gresik, Jawa Timur bakal beraksi kembali pada September 2026.

Presiden Direktur PTFI Tony Wenas mengatakan, usai terjadinya longsor di tambang bawah tanah di Grasberg Block Caving di Tembagapura, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, pada 8 September 2025 lalu, smelter kedua Freeport ini berakhir sejak Oktober 2025.

Pasalnya, smelter tidak mendapatkan pasokan konsentrat tembaga dari tambang bawah tanah akibat dihentikannya operasi tambang sejak kejadian longsor tersebut.

"Memang produksinya terhenti di sekitar bulan Oktober (2025) lantaran pada saat pada bulan September tanggal 8 itu terjadi longsor di Grasberg Block Caving nan mengakibatkan pasokan konsentratnya menjadi terhenti, sehingga smelter tersebut hanya memproduksi alias memurnikan sisa-sisa konsentrat nan ada di penyimpanan dan memang sejak bulan Desember itu berakhir total," paparnya saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi XII DPR RI, Selasa (14/7/2026).

"Tapi di satu sisi berakhir total itu menyebabkan kita bisa untuk melakukan pemeliharaan-pemeliharaan dan perbaikan-perbaikan untuk memastikan bahwa pada saatnya kelak smelter baru tersebut kemudian bisa produk sudah mendapat asupan konsentrat lagi dari upstream dari hulu di Papua itu untuk memastikan bahwa semua proses sudah dicek semuanya dan bisa beraksi kembali," jelasnya.

"Dan rencana smelter baru ini bakal mulai berproduksi kembali alias mengolah memurnikan konsentrat dari Papua itu pada bulan September tahun ini dan bakal dilakukan ramp-up sampai dengan akhir tahun," ujarnya.

Adapun smelter tembaga pertama PTFI di bawah naungan PT Smelting, saat ini tetap beraksi dengan mengolah kira-kira nyaris 50% dari konsentrat asal tambang bawah tanah Freeport di Papua.

Tony menyebut, saat ini kapabilitas produksi dari tambang bawah tanah Freeport di Papua tetap sekitar 60%, belum sepenuhnya normal seperti sebelum kejadian longsor.

Pada tahun ini kapabilitas produksi tambang Freeport diperkirakan tetap hanya mencapai 65% dari kapabilitas produksi, lampau bakal naik berjenjang menjadi 75% pada semester I 2027, dan diperkirakan bakal berproduksi 100% kapabilitas pada akhir 2027.

"Sebagaimana diketahui bahwa tahun ini PTFI tetap hanya dalam kapabilitas 60% dari hulunya lantaran memang akibat dari longsoran nan terjadi di bulan September kita melakukan perbaikan-perbaikan meyakinkan bahwa ini semuanya betul-betul aman, sehingga produksi ramp up-nya agak melangkah tidak seperti nan kita perkirakan sebelumnya, sehingga tahun ini tetap bakal mencapai 65% dari total kapasitas. Semester satu tahun depan bakal mencapai 75% dari kapabilitas dan menuju akhir tahun di 2027 itu bakal menuju ke 100% kapasitas," paparnya.

Perlu diketahui, sebelum berakhir pada Oktober 2025 lalu, smelter kedua Freeport ini sebenarnya sudah mulai beraksi pada Juni 2024 namun tetap dalam tahap uji coba (commissioning). Lalu, pada Agustus 2024 sudah berproduksi.

Namun, pada Oktober 2024 terjadi kebakaran di area smelter, ialah di salah satu unit mini ialah gas cleaning plant nan bakal menangkap SO2 dari hasil furnace nan kemudian SO2 ini ditangkap agar tidak tercemar ke udara dan diproses menjadi masam sulfat. Lalu, perbaikan pun dilakukan dan smelter bisa beraksi lagi pada Mei 2025.

Proyek smelter dengan nilai investasi US$ 4,2 miliar ini mengolah 1,7 juta ton konsentrat tembaga per tahun dan juga menambah kapabilitas pengolahan di smelter PT Smelting sebesar 0,3 juta ton menjadi 1,3 juta ton konsentrat tembaga per tahun.

Proyek smelter kedua di JIIPE Gresik ini menghasilkan 600.000 ton katoda tembaga dan produk logam berbobot namalain Precious Metal Refinery (PMR) sebesar 6.000 ton per tahun alias sekitar 50 ton emas per tahun.

(wia)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya