Gedung Putih dan Pentagon Bantah Isu Amunisi Menipis

1 jam yang lalu 3
Gedung Putih dan Pentagon Bantah Isu Amunisi Menipis ilustrasi(Centcom)

PRESIDEN Donald Trump meluapkan kemarahannya atas beredarnya laporan nan menyebut Amerika Serikat kekurangan amunisi utama dalam perang melawan Iran. Di tengah dinamika antara Gedung Putih dan Pentagon, Trump menakut-nakuti balasan penjara jangka panjang bagi pejabat nan membocorkan info mengenai persediaan senjata militer tersebut.

Melalui platform Truth Social miliknya, Trump menyatakan bahwa AS mempunyai amunisi dalam jumlah "sangat besar" dan menegaskan bahwa pasokan tambahan sedang diproduksi serta dikirim ke area tersebut.

"Perusahaan-perusahaan pertahanan sedang membangun pabrik dan akomodasi dalam jumlah terbesar dalam sejarah negara kita," tulis Trump.

Kemarahan Trump mencetuskan perdebatan setelah The Washington Post melaporkan bahwa dia menuntut penjelasan dari Menteri Pertahanan Pete Hegseth mengenai dugaan kelangkaan amunisi dalam rapat kabinet di Camp David. Trump dilaporkan merasa menyesal lantaran percaya masalah tersebut "telah diselesaikan", sementara Hegseth berupaya memihak diri.

Merespons laporan tersebut, Trump menuduh media menyebarkan "pernyataan pengkhianatan" dan memperingatkan bahwa pihak nan bertanggung jawab bakal ditindak tegas.

"Para 'pembocor' dari pernyataan pengkhianatan ini sedang diburu," tulisnya. "Hukuman penjara jangka panjang bakal dijatuhkan!"

The Wall Street Journal melaporkan bahwa Trump telah memerintahkan penyelidikan atas pengungkapan stok amunisi tersebut. Sementara itu, CNN melaporkan militer AS telah "hampir menghabiskan 80%" stok pencegat Terminal High Altitude Area Defense (THAAD). Penipisan persediaan ini dilaporkan menjadi salah satu pertimbangan Trump membatalkan serangan lanjutan terhadap Iran.

Gedung Putih dan Pentagon Kompak Membantah

Pihak Gedung Putih dan Pentagon bergerak sigap membantah klaim perselisihan internal maupun kelangkaan amunisi. Sekretaris Pers Gedung Putih, Karoline Leavitt, menegaskan laporan mengenai perdebatan di Camp David adalah buletin bohong.

"Saya berada di Camp David berbareng Presiden Trump dan Menteri Hegseth. Hal ini secara harfiah tidak pernah terjadi," tulis Leavitt di X, sembari menambahkan bahwa presiden sangat menyukai keahlian Hegseth.

Senada dengan Gedung Putih, Kepala Juru Bicara Pentagon, Sean Parnell, menepis laporan perselisihan antara Trump dan Hegseth serta berita kekurangan senjata sebagai perihal nan "sama-sama fiktif."

"Menteri Hegseth tidak bakal pergi ke mana pun dan dia bakal terus bekerja berdampingan dengan Wakil Menteri Feinberg untuk menjalankan agenda Presiden Trump, memperkuat pedoman industri pertahanan Amerika, dan memastikan para prajurit kita mempunyai setiap keahlian nan mereka butuhkan untuk mencegah dan mengalahkan musuh mana pun," tegas Parnell.

Trump pun secara pribadi kembali menegaskan dukungannya terhadap ketua Pentagon tersebut. "Saya sangat senang dengan pekerjaan nan dilakukan Pete Hegseth," tulis Trump di media sosial, sembari menuding media menyebarkan rumor tiruan dan tidak berdasar. (The Guardian/Z-2)

Selengkapnya