Gempa Kumamoto M7,1: Korban Tewas Terus Bertambah, Industri Raksasa Lumpuh

1 jam yang lalu 6
 Korban Tewas Terus Bertambah, Industri Raksasa Lumpuh Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,1 mengguncang wilayah lepas pantai Prefektur Kumamoto di Jepang bagian selatan.(Anadolu Agency/Kyodo Haber Ajansi )

UPAYA pencarian dan pengamanan di Prefektur Kumamoto, Jepang, terus dipacu hingga Kamis (30/7) setelah gempa bermagnitudo 7,1 mengguncang wilayah tersebut pada Selasa (28/7). Otoritas setempat mengonfirmasi jumlah korban tewas telah meningkat menjadi 17 orang, dengan kekhawatiran nomor tersebut tetap bakal bertambah mengingat sejumlah orang tetap dinyatakan lenyap alias terjebak di bawah reruntuhan.

Fokus utama tim penyelamat saat ini berada di dua letak terdampak parah: pusat perbelanjaan Aeon di Kota Kashima dan pabrik Nippon Paper Industries di Kota Yatsushiro. Di Mal Aeon, ledakan pascagempa menyebabkan kerusakan struktur nan hebat, di mana lantai dua gedung dilaporkan ambruk. Sementara itu, di pabrik Nippon Paper, kerusakan serius pada cerobong asap menjadi titik kritis evakuasi.

Data Terkini Dampak Gempa Kumamoto (Per Kamis Pagi):

Kategori Jumlah/Status
Korban Tewas Terkonfirmasi 17 Orang
Tanpa Tanda Kehidupan (Unresponsive) 6 Orang
Warga Mengungsi > 10.000 Orang
Personel Penyelamat (SDF & Polisi) 6.600 Personel
Pusat Evakuasi Dibuka 450 Lokasi

Lumpuhnya Sektor Industri dan Transportasi

Gempa ini memberikan pukulan telak bagi sektor industri Jepang. Sejumlah raksasa manufaktur terpaksa menghentikan operasional mereka untuk memeriksa kerusakan prasarana dan menjamin keselamatan pekerja. Beberapa perusahaan nan terdampak meliputi:

  • Sektor Elektronik & Semikonduktor: Sony Semiconductor Manufacturing, Renesas Electronics, Tokyo Electron, dan Mitsubishi Electric.
  • Sektor Otomotif & Kimia: Honda Motor Co., Mitsubishi Chemical Corp, dan Suntory Holdings Ltd.
  • Logistik: Japan Post, Yamato Transport, dan Sagawa Express menghentikan jasa di wilayah terdampak.

Di sektor transportasi, jasa Kyushu Shinkansen antara Stasiun Kumamoto dan Kagoshima-chuo tetap lumpuh total. Namun, operator menargetkan pemulihan jasa kereta peluru antara Stasiun Chikugo-Funagoya (Fukuoka) dan Kumamoto dapat dimulai pada Kamis ini.

Kondisi Pengungsi dan Respons Internasional

Perdana Menteri Sanae Takaichi menyatakan keprihatinan atas kondisi 7.700 hingga 10.000 pengungsi nan sekarang memperkuat di tengah cuaca panas. Masalah pemadaman listrik dan krisis air bersih nan melanda ribuan rumah tangga sejak Rabu malam (29/7) memperburuk situasi di pusat-pusat evakuasi.

Secara internasional, Pemerintah Tiongkok melalui Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Mao Ning telah mengaktifkan respons darurat. Kedutaan besar Tiongkok di Jepang mengeluarkan peringatan konsuler bagi penduduk negaranya untuk waspada terhadap potensi tsunami dan gempa susulan nan tetap terus terjadi dengan intensitas tinggi di wilayah Uki dan Hikawa.

Badan Meteorologi Jepang memperingatkan bahwa pada skala intensitas 7 nan tercatat, guncangan sangat kuat sehingga bisa membikin orang terlempar ke udara alias tidak dapat bergerak tanpa merangkak. Masyarakat diminta tetap waspada terhadap struktur gedung nan melemah akibat gempa susulan. (Ant/I-1)

Selengkapnya