Google Izinkan Toko Aplikasi Pihak Ketiga di Play Store Mulai Juli 2026

2 hari yang lalu 6
Google Izinkan Toko Aplikasi Pihak Ketiga di Play Store Mulai Juli 2026 Ilustrasi(Dok Istimewa)

Google secara resmi bakal membuka pintu bagi kehadiran toko aplikasi (app store) pihak ketiga di dalam ekosistem Android. Kebijakan baru ini memungkinkan pengguna untuk mengunduh marketplace aplikasi pesaing secara langsung melalui Google Play Store, sebuah langkah nan menandai perubahan esensial dalam pengedaran aplikasi digital.

Keputusan ini merupakan tindak lanjut dari putusan pengadilan dalam perkara antimonopoli antara Google dan Epic Games nan telah berjalan selama beberapa tahun. Setelah kedua perusahaan sepakat untuk menghentikan sengketa lanjutan, Google sekarang mulai menjalankan tanggungjawab nan diperintahkan oleh pengadilan.

Play Catalog Access Program

Google dijadwalkan mulai membuka akses tersebut pada 22 Juli 2026 melalui inisiatif baru nan disebut Play Catalog Access Program. Pada tahap awal peluncurannya, kebijakan ini hanya bakal bertindak untuk wilayah Amerika Serikat (AS).

Melalui skema ini, developer toko aplikasi pengganti mempunyai jalur pengedaran resmi untuk memasarkan marketplace mereka langsung di dalam Google Play. Hal ini berbeda jauh dengan prosedur sebelumnya, di mana pengguna Android nan mau memasang toko aplikasi selain Play Store kudu melalui proses manual nan rumit, seperti mengunduh file APK alias melakukan sistem sideloading.

Akses Katalog dan Opsi Pengembang

Selain mengizinkan pengedaran marketplace pesaing, Google juga bakal memberikan akses ke katalog aplikasi Play Store. Tujuannya agar toko aplikasi pihak ketiga dapat menampilkan dan menawarkan aplikasi nan sudah tersedia di ekosistem Android secara lebih luas.

Meski demikian, Google tetap memberikan kedaulatan bagi para developer aplikasi. Mereka mempunyai opsi untuk tidak mengikutsertakan aplikasi miliknya dalam katalog pihak ketiga tersebut (opt-out). Informasi ini pertama kali mencuat berasas laporan dari Make Use Of pada Sabtu (18/7/2026).

Syarat Keamanan dan Biaya Administrasi

Walaupun ekosistem Android menjadi lebih terbuka, Google tetap memberlakukan standar ketat bagi operator toko aplikasi pihak ketiga nan mau bergabung. Beberapa persyaratan utama meliputi:

  • Wajib mengikuti proses verifikasi keamanan nan ditetapkan Google.
  • Membayar biaya manajemen tahunan untuk partisipasi dalam program.

Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa aspek keamanan pengguna tetap terjaga meskipun jalur pengedaran aplikasi sekarang tidak lagi dimonopoli oleh satu pihak.

Latar Belakang Sengketa Epic Games

Perubahan besar ini berakar dari gugatan norma nan diajukan oleh Epic Games, developer gim terkenal Fortnite. Epic menuding Google melakukan praktik monopoli dalam pengedaran aplikasi Android dan sistem pembayaran di dalam aplikasi.

Pada tahun 2023, juri menyatakan bahwa Google terbukti melanggar patokan persaingan usaha. Putusan tersebut kemudian dikuatkan dalam proses banding. Sebelumnya, Google sempat mengusulkan agar toko aplikasi pesaing tetap didistribusikan melalui sistem sideloading, namun usulan tersebut ditolak oleh pengadilan. Akhirnya, Google diwajibkan membuka akses Play Store bagi marketplace pesaing demi menciptakan suasana kejuaraan nan lebih sehat.

Selengkapnya