GP Ansor Minta Kader Jaga Suasana Kebatinan Indonesia

4 jam yang lalu 5
GP Ansor Minta Kader Jaga Suasana Kebatinan Indonesia Ketum PP GP Ansor Addin Jauharudin(Dok.HO)

KETUA Umum Pimpinan Pusat GP Ansor Addin Jauharudin meminta seluruh kader untuk ikut menjaga suasana kebatinan masyarakat Indonesia menjelang Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama.

“Belakangan ini kita merasakan kesedihan nan dipikul kerabat kita di NTT, kebakaran rimba di Kalimantan. Ini kondisi nan patut kita jadikan kontemplasi, mendoakan agar Indonesia selalu dalam lindungan Allah SWT,” katanya dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) GP Ansor nan dihadiri ketua dan perwakilan dari Pimpinan Wilayah Ansor seluruh Indonesia di Jakarta, Jumat (21/8).

Menurutnya, di saat kondisi Indonesia memerlukan pelukan antarsesama saudara, kader Ansor kudu mengedepankan kepekaan sosial nan lebih humanis. Apalagi dalam waktu dekat, juga bakal dilakukan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama. 

“Saya tetap meyakini bahwa apa nan terjadi di tubuh Nahdlatul Ulama, bakal berakibat dengan kondisi Indonesia. Oleh lantaran itu, dengan menjaga suasana tetap kondusif, maka sebenarnya kita juga ikut menjaga Indonesia,” imbuhnya. 

Menyambung dengan dinamika jelang Muktamar NU, Addin menegaskan soliditas kader dan organisasi. Karena menurutnya, muktamar hendaknya dirayakan dengan gembira. GP Ansor beserta Banser menjamin keamanan dan kenyamanan selama muktamar berlangsung.

Addin berambisi hasil Muktamar ke-35 NU kelak bisa memberikan kontribusi positif bagi beragam persoalan nan dihadapi bangsa dan negara Indonesia. PBNU, menurutnya, ke depan bisa menjadi mitra strategis pemerintah dalam menyelesaikan masalah-masalah nan terjadi hari ini, mulai masalah ekonomi, pendidikan dan sosial dengan melibatkan seluruh komponen masyarakat.

“Tantangan bernegara ke depan tidak mudah, olehnya kita harapkan PBNU datang untuk terlibat menyelesaikan persoalan nan ada.  Berjalan seiringan dengan pemerintah, dengan pihak-pihak mengenai dan seluruh komponen masyarakat dalam menangani problem kerakyatan dan memberikan masukan kritis-konstruktif dalam rangka perbaikan,” tuturnya. 

Addin juga meminta agar kader mengeratkan hubungan dengan para ustad di daerah, para tokoh lokal, hingga melakukan kunjungan dan angan untuk raja-raja nusantara demi menyambung daya spiritual dalam menjaga semangat kebangsaan.

“Lakukan aktivitas angan berbareng nan melibatkan tokoh lintas kepercayaan dan golongan, silaturahmi ke tokoh adat, kepercayaan dan masyarakat. Aktif mengokohkan sinergi dengan beragam golongan masyarakat meringankan beban masyarakat, menjaga persatuan dan perdamaian,” ucapnya.

Selain membujuk para kader untuk menjaga suasana kebatinan Indonesia menjelang muktamar, dalam Rakornas GP Ansor tersebut juga dimatangkan agenda organisasi baik di bagian kaderisasi, penguatan kelembagaan, keterlibatan partisipatif dalam swasembada pangan, hingga aktivasi ekonomi dan kemandirian organisasi melalui Badan Usaha Milik Ansor (BUMA). 

“Karena para pendahulu kita, Mbah Wahab, H Hasan Gipo juga mempunyai pendapat luar biasa tentang ekonomi. Melalui Nahdlatut Tujjar dan konsep koperasi seperti Syirkatul ‘Inan, termasuk secara individual kesemuanya aktif memperkuat ekonomi kaum Nahdliyin,” tutupnya. (M-3)

Selengkapnya