Gunung Ili Lewotolok Erupsi 168 Kali dalam 24 Jam, Kolom Abu Capai 700 Meter

1 jam yang lalu 4
Gunung Ili Lewotolok Erupsi 168 Kali dalam 24 Jam, Kolom Abu Capai 700 Meter Letusan Gunung Ili Lewotolok, Senin (3/8/2026).(Dok Magma Indonesia)

GUNUNG Ili Lewotolok di Kecamatan Ile Ape, Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT), tetap terus mengeluarkan abu vulkanis, disertai lontaran material pijar dengan 168 kali erupsi dalam 24 jam.

Erupsi itu terjadi sselama periode pengamatan 3 Agustus 2026 pukul 00.00-24.00 Wita.  

Petugas Pos Pengamatan Gunung Ili Lewotolok, Stanislau Ara Kian, dalam laporannya, Selasa (4/8) menyebutkan, letusan menghasilkan kolom abu setinggi 200 hingga 700 meter di atas puncak kawah dengan warna asap putih hingga kelabu.

"Asap kawah bertekanan lemah teramati berwarna putih dengan intensitas tipis hingga sedang dan tinggi 20-200 meter di atas kawah," ujarnya.

Selain erupsi, dari puncak gunung juga terdengar bunyi gemuruh dan dentuman lemah hingga sedang, disertai lontaran material pijar ke arah tenggara sejauh sekitar 200 meter dari bibir kawah.

Selama periode nan sama, Pos Pengamatan juga mencatat 98 kali gempa hembusan, satu gempa guguran, lima gempa tremor harmonik, satu tremor non-harmonik, dan satu gempa vulkanik dalam. Sampai saat ini, status aktivitas Gunung Ili Lewotolok tetap berada pada Level II (Waspada).

Sesuai laporan Pusat Vulkanologi, Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) masyarakat, pendaki, maupun visitor diimbau tidak beraktivitas dalam radius 2 kilometer dari pusat aktivitas gunung. Selain itu, masyarakat diminta mewaspadai potensi guguran lava dan awan panas di sektor selatan, tenggara, barat, dan timur laut, serta menggunakan masker untuk mengurangi akibat abu vulkanis terhadap kesehatan. (PO/E-4)

Selengkapnya