ARTICLE AD BOX
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama K.H. Yahya Cholil Staquf alias Gus Yahya saat ngobrol santuy sebelum sesi wawancara berbareng Media Indonesia di instansi PBNU, Jakarta, Jumat (5/6/2026).(MI/Ramdani)
KETUA Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Yahya Cholil Staquf alias Gus Yahya, menyatakan kembali mencalonkan diri sebagai Ketua Umum PBNU periode kedua pada Muktamar ke-35 pada akhir Agustus mendatang. Gus Yahya mengatakan keputusan ini dia ambil untuk menuntaskan beragam program strategis nan telah dirintisnya selama lima tahun terakhir.
"Saya memang mencalonkan lagi. Karena pertama, saya mau menyelesaikan agenda-agenda nan sejak awal sudah saya bangun. Dan saya sekarang lebih mengerti tentang gimana menyempurnakan capaian-capaian nan sudah sukses diperoleh ini," ujar Gus Yahya di Gedung PBNU, Jakarta, Selasa (14/7).
Gus Yahya menjelaskan bahwa masa kedudukan satu periode belum cukup untuk menguji efektivitas transformasi organisasi nan tengah berjalan. Dengan bekal pengalaman mengonsolidasikan struktur NU di periode pertama, dia merasa sekarang jauh lebih memahami peta kebutuhan penduduk Nahdliyin di akar rumput.
"Bagaimana menyempurnakannya sehingga bisa sungguh-sungguh dirasakan manfaatnya secara nyata oleh penduduk Nahdlatul Ulama," ujarnya.
Mengenai munculnya kesukaan dari sejumlah figur nan mau ikut memperebutkan bangku nomor satu di PBNU, Gus Yahya menilai perihal itu sebagai dinamika nan wajar. Ia menyebut kedudukan Ketua Umum PBNU memang mempunyai daya tarik nan tinggi.
"Dinamika internal ya biasa-biasa saja. Ya jika orang kepingin jadi Ketua Umum PBNU itu ya banyak nan pengenlah, ya. Namanya Ketua Umum, kan, gagah kayak saya gini, nih, ya. Sehingga jika banyak nan pengen, biasa. Dari dulu juga begitu," ujarnya.
Gus Yahya mengungkapkan bahwa hingga saat ini pengurus tingkat wilayah maupun bagian di daerah-daerah belum memunculkan nama calon pengganti nan mengerucut secara konkret di luar dirinya. Meski begitu, dia menegaskan pintu kontestasi terbuka bagi siapa saja nan mau bersaing secara sehat, termasuk menyentil kemungkinan keterlibatan tokoh politik seperti Muhaimin Iskandar jika bersedia mundur dari jabatannya di partai.
"Kita tunggu saja, tetap ada waktu sampai akhir Agustus. Tapi sekali lagi jika ada nan mau maju, misalnya Pak Muhaimin Iskandar mau mundur dari Ketua Umum PKB nyalon Ketua Umum PBNU itu juga wajar saja. Kita bakal memproses semua itu secara dewasa, dengan kematangan organisasi nan baik," pungkas Gus Yahya. (E-4)








English (US) ·
Indonesian (ID) ·