skematis operasi modifikasi cuaca.(BMKG)
GUBERNUR DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan, pihaknya siap untuk berkoordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk melakukan penanganan selama musim kemarau. Termasuk untuk melakukan operasi modifikasi cuara agar terjadi hujan di wilayah Jakarta andaikan diperlukan.
"Kalau selama ini kan kita mengatur hujan agar tidak hujan, ini dalam waktunya jika memang diperlukan Pemerintah DKI Jakarta bakal mengatur agar hujan," kata dia di Jakarta Pusat, Rabu (29/7).
Ia menyebutkan, saat ini wilayah Jakarta sudah tidak hujan selama nyaris tiga pekan. Akibatnya, terdapat kekeringan di sejumlah daerah. Meski begitu, menurut dia, kekeringan justru banyak terjadi di wilayah sekitar Jakarta. Namun, dia menilai, kekeringan di wilayah sekitar Jakarta itu pasti bakal memberikan akibat kepada ibu kota.
"Yang paling utama sebenarnya di atas Jakarta nan terjadi kekeringan, tetapi tentunya ini juga berpengaruh bagi Jakarta. nan jelas kami siap untuk melakukan itu (modifikasi cuaca)," kata Pramono.
Sementara itu, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BDPB) Provinsi DKI Jakarta, Marulitua Sijabat, mengatakan hingga saat ini belum ada wilayah nan mengalami kekeringan di ibu kota. Meski begitu, pihaknya bakal terus melakukan pemantauan di lapangan.
"Data nan ada di kami sampai saat ini tetap belum ada wilayah nan mengalami kekeringan. Kami terus memantau seluruh wilayah di Jakarta dan menginformasikan peringatan awal sebagai langkah mitigasi terhadap potensi musibah nan mungkin terjadi pada tandus saat ini," kata dia.
Sebelumnya, BMKG menyatakan pihaknya belum dapat melakukan OMC untuk mengatasi kekeringan nan melanda sejumlah wilayah Indonesia. Pasalnya, keberhasilan OMC berjuntai pada kesiapan awan hujan nan dapat disemai. (Far/P-3)








English (US) ·
Indonesian (ID) ·