PLTS(Dok Istimewa )
KEGIATAN belajar mengajar di SMPN 2 Mandau, Kabupaten Bengkalis, Riau, sekarang turut didukung oleh pemanfaatan energi surya. Melalui program Sekolah Energi Berdikari (SEB), Pertamina New & Renewable Energy (Pertamina NRE) menghadirkan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 2,2 kWp dengan baterai 5 kWh untuk membantu mendukung aktivitas sekolah, termasuk aktivitas pembelajaran di laboratorium IPA.
Manager Corporate Communication & Stakeholder Management Pertamina NRE, Susanto August Satria, mengatakan bahwa program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) ini merupakan bagian dari upaya perusahaan untuk menghadirkan faedah daya terbarukan nan dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat, termasuk di lingkungan pendidikan.
“Melalui Sekolah Energi Berdikari, kami mau menghadirkan pemanfaatan daya terbarukan nan memberikan faedah nyata bagi masyarakat. Di lingkungan sekolah, kehadiran PLTS diharapkan dapat membantu mendukung aktivitas belajar mengajar sekaligus memperkenalkan pemanfaatan daya bersih kepada generasi muda melalui pengalaman nan dekat dengan keseharian mereka,” ujar Susanto dikutip dari siaran pers nan diterima, Kamis (30/7).
Kehadiran PLTS berkapasitas 2,2 kWp dengan baterai 5 kWh tersebut memberikan akses terhadap sumber daya nan lebih ramah lingkungan dan berkepanjangan bagi lingkungan sekolah. Selain mendukung aktivitas sekolah, akomodasi ini juga dapat dimanfaatkan sebagai sarana pembelajaran bagi para siswa untuk mengenal penerapan teknologi daya terbarukan secara langsung. Program SEB di SMPN 2 Mandau memberikan faedah bagi 768 siswa dan 5 guru.
Melalui program SEB, Pertamina NRE terus mendorong pemanfaatan daya terbarukan di beragam lingkungan masyarakat, terutama sektor pendidikan. Kehadiran PLTS di SMPN 2 Mandau menjadi salah satu contoh penerapan daya surya nan tidak hanya mendukung kebutuhan aktivitas sehari-hari, tetapi juga membuka ruang bagi generasi muda untuk mengenal teknologi daya bersih dan memahami pentingnya transisi energi.
“Kami berambisi program ini dapat memberikan faedah nan berkepanjangan bagi SMPN 2 Mandau dan seluruh penduduk sekolah. Lebih dari sekadar menghadirkan PLTS, kami mau mendorong tumbuhnya pemahaman bahwa daya terbarukan dapat menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Dari sekolah, kami berambisi semakin banyak generasi muda nan mengenal, memahami, dan nantinya turut mengambil peran dalam perjalanan menuju masa depan daya nan lebih bersih dan berkelanjutan,” tutur Susanto.
Willyan Iswandi, selaku Kepala Sekolah SMPN 2 Mandau menyampaikan bahwa kehadiran PLTS memberikan faedah bagi keberlangsungan aktivitas sekolah dan proses pembelajaran.
“Kami sangat mengapresiasi program Sekolah Energi Berdikari nan datang di SMPN 2 Mandau. PLTS ini membantu mendukung aktivitas di lingkungan sekolah, khususnya aktivitas pembelajaran di laboratorium IPA. Di sisi lain, siswa juga dapat memandang secara langsung gimana daya mentari dimanfaatkan menjadi daya listrik. Kami berambisi akomodasi ini dapat terus memberikan faedah bagi sekolah sekaligus menambah wawasan siswa mengenai daya terbarukan,” ujarnya.
Selain mendukung aktivitas sekolah, pemanfaatan PLTS juga memberikan kontribusi terhadap upaya pengurangan emisi dan efisiensi energi. Sistem nan terpasang diproyeksikan bisa mengurangi emisi karbon sebesar 2,25 ton CO2 per tahun, serta memberikan efisiensi biaya listrik sekitar Rp295.728 per tahun. Manfaat tersebut melengkapi nilai edukasi nan dihadirkan melalui pemanfaatan daya surya di lingkungan sekolah. (E-4)








English (US) ·
Indonesian (ID) ·