Hamas Sepakat Serahkan Senjata Berat dan Fasilitas Militer di Gaza

1 jam yang lalu 2
Hamas Sepakat Serahkan Senjata Berat dan Fasilitas Militer di Gaza Hamas dan faksi Palestina sepakat memulai inventarisasi serta penyerahan senjata berat di Gaza.(Dok. BBC)

Hamas dan faksi-faksi Palestina lainnya dilaporkan telah menyepakati dimulainya proses inventarisasi serta penyerahan senjata berat, akomodasi produksi militer, penyimpanan senjata, hingga jaringan terowongan di Jalur Gaza. Kesepakatan ini muncul berasas draf arsip nan dikutip oleh laporan Al Jazeera pada Jumat (31/7).

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, pada Kamis malam mengonfirmasi bahwa kesepakatan mengenai pelucutan senjata secara penuh terhadap Hamas dan golongan bersenjata lainnya di Gaza telah tercapai. Trump menegaskan bahwa Israel bakal menarik seluruh pasukannya dari wilayah tersebut segera setelah proses pelucutan senjata selesai dilakukan.

Berdasarkan arsip tersebut, proses pelucutan senjata bakal dimulai setelah seluruh tanggungjawab nan tersisa dalam Protokol Sharm el-Sheikh dipenuhi. Draf kesepakatan menyerukan penyusunan agenda penyelenggaraan dalam waktu 14 hari, dengan kemungkinan perpanjangan periode berasas keputusan komisi pengawas internasional.

Penarikan pasukan Israel dijadwalkan berjalan secara paralel dengan penyerahan senjata oleh faksi-faksi Palestina, sesuai dengan butir ke-10 dalam peta jalan perdamaian tersebut. Sebuah komisi pengawas internasional nan didukung oleh pasukan internasional bakal bekerja mengawasi serta memverifikasi setiap tahap penyelenggaraan di lapangan.

Ketentuan nan dipublikasikan saat ini tidak mengatur penyerahan seluruh senjata secara langsung kepada pihak ketiga. Dokumen tersebut lebih menekankan pada sistem inventarisasi, penyimpanan, dan pengawasan senjata di bawah kendali komisi internasional.

Langkah ini merupakan kelanjutan dari kesepakatan tahap pertama rencana perdamaian Trump nan disetujui Israel dan Hamas pada 9 Oktober 2025 dengan mediasi Mesir, Qatar, Amerika Serikat, dan Turki. Sejak gencatan senjata bertindak sehari setelahnya, pasukan Israel telah mundur ke garis Yellow Line, meski saat ini tetap mengendalikan lebih dari 50 persen wilayah Jalur Gaza. (Ant/Z-10)

Selengkapnya