Hamas Setuju Serahkan Senjata ke Komite Gaza Tergantung Penghentian Operasi Militer Israel

5 jam yang lalu 8
Hamas Setuju Serahkan Senjata ke Komite Gaza Tergantung Penghentian Operasi Militer Israel Hamas.(Al Jazeera)

KELOMPOK Hamas dan faksi militan lain Palestina  dilaporkan menyepakati rencana strategis nan bakal mengakhiri kekuasaan mereka di Jalur Gaza. Berdasarkan keterangan pejabat Amerika Serikat (AS) pada Kamis (30/7) malam waktu setempat, kesepakatan ini mencakup pelucutan senjata golongan bersenjata dengan syarat Israel menarik seluruh pasukannya dari wilayah kantong tersebut.

Kesepakatan itu menandai dimulai proses multitahap nan tidak terbatas untuk mengakhiri pemerintahan Hamas dan memulai pembangunan kembali Gaza. Meski demikian, para pejabat mengakui ada tantangan besar, terutama dalam memverifikasi kepatuhan golongan Palestina dan memastikan pemerintah Israel tidak menggagalkan kemajuan nan ada.

Pengumuman itu merupakan puncak dari diplomasi berbulan-bulan nan melibatkan AS, Israel, Hamas, dan mediator Timur Tengah, serta Board of Peace nan dibentuk oleh Presiden Donald Trump untuk mengawasi transisi di Gaza.

"Yang tertulis dalam perjanjian itu penting. Namun nan terjadi selanjutnya jauh lebih penting. Implementasi dan verifikasi kudu nyata," tegas Nickolay Mladenov, Ketua Board of Peace, melalui pernyataan di media sosial.

Presiden Trump menyatakan optimisme tinggi mengenai perkembangan ini. Melalui unggahannya, Trump menyebut kesepakatan ini sebagai langkah berhistoris menuju pelucutan senjata komplit di Gaza dan pencapaian keamanan nan langgeng.

Perbedaan Interpretasi Pelucutan Senjata

Meskipun AS menyebut ada kesepakatan pelucutan senjata, pihak Hamas memberikan catatan khusus. Ghazi Hamad, personil tim negosiasi Hamas, menjelaskan kepada The Wall Street Journal bahwa pihaknya setuju untuk menempatkan senjata di akomodasi penyimpanan nan diawasi oleh Komite Nasional untuk Administrasi Gaza, golongan teknokrat Palestina nan ditugaskan mengelola transisi politik dan keamanan.

"Kami tidak mengatakan pelucutan senjata (disarmament), kami tidak mengatakan menyerahkan senjata, dan kami tidak menyetujui keterlibatan Israel," ujar Hamad. Ia menekankan bahwa rencana ini sangat berjuntai pada penghentian operasi militer Israel dan masuknya support kemanusiaan ke Gaza.

Di sisi lain, Mesir sebagai tuan rumah perundingan tidak secara definitif menyebut terminologi pelucutan senjata dalam pernyataan resminya. Kairo hanya mencatat ada kesepakatan terhadap peta jalan dan rencana pertemuan lanjutan untuk membahas sistem implementasi.

Peta Jalan 15 Poin

Rencana transisi ini didasarkan pada peta jalan 15 poin nan merupakan turunan dari kesepakatan tenteram Gaza nan didukung PBB pada Oktober lalu. Beberapa tahapan krusial dalam proses ini meliputi:

  • Persetujuan kerangka kerja transisi.
  • Pelepasan keterlibatan pemerintah Hamas dalam otoritas sipil.
  • Transfer senjata dari kepolisian Gaza ke entitas keamanan baru.
  • Dekomisioning senjata berat dan depot senjata.
  • Identifikasi dan penghancuran jaringan terowongan bawah tanah.

Hamas juga diharapkan menyerahkan peta terowongan serta letak pabrik senjata mereka. Kekuasaan sipil nanti akan diserahkan sepenuhnya kepada komite nasional teknokrat.

Hingga saat ini, pihak Israel belum memberikan komentar resmi dan belum menyetujui kesepakatan tersebut secara penuh. Tim negosiasi Israel dilaporkan tetap berada di Mesir untuk membahas fase kedua perjanjian dengan para mediator. Perundingan dijadwalkan bersambung pada Jumat waktu setempat. (I-2)

Selengkapnya