Hampir Separuh Demokrat di DPR AS Pilih Putus Bantuan untuk Israel

5 hari yang lalu 11
Hampir Separuh Demokrat di DPR AS Pilih Putus Bantuan untuk Israel Ilustrasi.(Magnific)

DUKUNGAN politik Amerika Serikat terhadap Israel mengalami pergeseran signifikan. Dalam pemungutan bunyi terbaru di DPR AS pada Rabu (15/7) waktu setempat, nyaris separuh dari personil faksi Demokrat memilih untuk memutus support kepada sekutu lama mereka tersebut.

Amendemen terhadap rancangan undang-undang pengeluaran Departemen Luar Negeri tersebut mengusulkan penghapusan pendanaan sebesar US$3,3 miliar (sekitar Rp53,6 triliun). Meski akhirnya kandas dengan hasil akhir 314-104 lantaran support kuat Partai Republik terhadap Israel, hasil ini menjadi momen krusial bagi internal Demokrat.

Pergeseran Peta Politik Demokrat

Skala support Demokrat terhadap amendemen ini mencerminkan kemarahan akar rumput nan telah mengubah lanskap politik partai. Sebagai perbandingan, dua tahun lampau hanya 37 personil Demokrat nan mendukung upaya serupa. Kali ini, nomor tersebut melonjak drastis menjadi 103 dari 211 personil Demokrat nan memberikan suara, ditambah 10 personil lain yang menyatakan abstain.

Tokoh senior seperti mantan Ketua DPR Nancy Pelosi turut memberikan support terhadap amendemen tersebut. Pelosi menyatakan bahwa dia dengan enggan mendukung langkah itu untuk mengirim pesan bahwa pemerintah Netanyahu tidak dapat mempertahankan arah kebijakannya saat ini di tengah siklus perang nan terus berlanjut.

Kutipan Kunci:
"Ada emosi nyata bahwa status quo tidak dapat berlanjut," ujar Katherine Clark, tokoh Demokrat nomor dua di DPR, sebelum memberikan suaranya untuk amandemen tersebut.

Perpecahan di Tingkat Pimpinan

Pemungutan bunyi ini juga mengungkap keretakan di jejeran kepemimpinan Demokrat. Dukungan Katherine Clark terhadap amendemen tersebut berbeda sikap dengan Pemimpin Minoritas Hakeem Jeffries. Jeffries mengkritik amandemen nan diajukan oleh Thomas Massie (Republik) itu sebagai upaya nan kurang terencana dan berisiko menghentikan support kemanusiaan bagi penduduk Palestina di Gaza.

Meskipun menolak amandemen tersebut, Jeffries dan sejumlah petinggi Demokrat lain mengakui perlunya kalibrasi ulang hubungan AS dengan Israel. Gregory Meeks, petinggi Demokrat di Komite Urusan Luar Negeri, menekankan pentingnya memastikan Israel memenuhi standar nan sama dengan negara-negara lain.

Pesan untuk Netanyahu

Bagi golongan progresif, hasil pemungutan bunyi ini dianggap sebagai kemenangan besar. Greg Casar, Ketua Kaukus Progresif Kongres, menyatakan bahwa kebanyakan Demokrat sekarang menolak memberikan cek kosong yang tidak akuntabel kepada militer Israel.

Dukungan terhadap pemutusan support ini tidak hanya datang dari sayap kiri. Anggota moderat dan hawkish seperti Seth Moulton dan Stephen Lynch juga ikut memberikan bunyi dukungan. Mereka menyatakan frustrasi terhadap tindakan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu nan dianggap bertentangan dengan kepentingan keamanan nasional AS dan hati nurani moral.

Fenomena ini diprediksi bakal menjadi tantangan berkepanjangan bagi kepemimpinan Hakeem Jeffries di masa depan, terutama dengan masuknya kontingen skeptis Israel nan lebih besar pada masa kedudukan berikutnya, seiring berakhirnya perjanjian support keamanan 10 tahun nan ditandatangani era Barack Obama akhir tahun ini. (Politico/I-2)

Selengkapnya