Hanung Bramantyo Hadirkan Versi Baru Film Kartini di Pameran TATAH

4 jam yang lalu 5
ARTICLE AD BOX
Hanung Bramantyo Hadirkan Versi Baru Film Kartini di Pameran TATAH Poster movie Kartini(Instagram @tatahjepara)

SUTRADARA film biopik Kartini, Hanung Bramantyo, membawa pesan mendalam melalui karya garapannya nan diputar dalam rangkaian pameran TATAH. Hanung berambisi movie tersebut tidak sekadar menjadi tontonan, tetapi bisa menjadi inspirasi bagi perempuan Indonesia untuk berkekuatan dan memberikan akibat nyata bagi lingkungan sekitar.

Dalam keterangannya di Jakarta, Senin (14/7), Hanung mengungkapkan bahwa jenis movie nan diputar dalam pameran TATAH mempunyai perbedaan dibandingkan jenis nan pernah tayang di bioskop maupun platform digital. Perbedaan ini sengaja dihadirkan untuk menonjolkan sisi lain dari perjuangan sang pahlawan asal Jepara tersebut.

"Yang menarik dari Kartini adalah perjuangannya bukan hanya melahirkan kesetaraan, tetapi juga menciptakan akibat ekonomi bagi wanita dan masyarakat di sekitarnya," ujar Hanung.

Relevansi Pemberdayaan dan Fungsi Film

Hanung menjelaskan bahwa melalui surat-suratnya, Kartini secara definitif mendorong wanita untuk berkarya dan mengasah keterampilan. Tujuannya jelas: meningkatkan kesejahteraan keluarga. Menurut Hanung, aspek ini sangat relevan dengan tantangan pemberdayaan wanita di era modern saat ini.

Lebih lanjut, dia menekankan bahwa movie semestinya berfaedah sebagai pemantik rasa mau tahu, bukan satu-satunya sumber pengetahuan. "Film memberi rangsangan kepada penonton untuk kemudian mencari literatur, membaca buku, alias mempelajari sejarah lebih dalam. Karena itu, film, pameran, perpustakaan, dan ruang budaya semestinya saling terintegrasi," tambahnya.

Poin Utama Keterangan
Versi Film Versi unik pameran TATAH (berbeda dari bioskop/digital).
Fokus Perjuangan Kesetaraan kelamin dan pembuatan akibat ekonomi masyarakat.
Visi Integrasi Menghubungkan movie dengan pameran, perpustakaan, dan ruang budaya.
Harapan untuk Jepara Pelestarian area berhistoris dan identitas "Bumi Kartini".

Jepara sebagai Pusat Peradaban Kartini

Hanung juga menitipkan pesan kepada Pemerintah Kabupaten Jepara untuk terus menjaga karakter kota sebagai "Bumi Kartini". Ia menilai Jepara mempunyai kekuatan sejarah unik nan tidak dimiliki wilayah lain. Pembangunan wilayah diharapkan tetap mempertahankan karakter unik lokal agar jejak kehidupan Kartini tetap terasa nyata bagi masyarakat maupun wisatawan.

Menanggapi perihal tersebut, Wakil Bupati Jepara Muhammad Ibnu Hajar menegaskan bahwa sosok Kartini adalah simbol keberanian berpikir dan semangat belajar. Bagi penduduk Jepara, Kartini merupakan fondasi dalam membuka ruang kesempatan nan setara.

"Bagi masyarakat Jepara, Kartini adalah semangat untuk terus hidup, terus belajar, berpikir merdeka, dan membuka kesempatan bagi semua," kata Ibnu Hajar.

Ia menambahkan bahwa semangat Kartini sekarang diimplementasikan dalam beragam program pembangunan di Jepara, mulai dari peningkatan kualitas pendidikan hingga pengembangan produktivitas masyarakat nan adaptif terhadap zaman. Ibnu Hajar juga membujuk masyarakat luas untuk berjamu ke Jepara guna menyaksikan langsung warisan sejarah sang pahlawan. (Ant/Z-1)

Selengkapnya