Harga Beras Naik Udah Berbulan-bulan, Pedagang Bongkar Kondisi Aslinya

18 jam yang lalu 5

Jakarta, CNBC Indonesia - Harga beras di Pasar Rumput, Jakarta Selatan, tetap memperkuat di level tinggi meski pasokan dinilai relatif aman. Berdasarkan pantauan CNBC Indonesia, para pedagang mengaku nilai beras, baik medium maupun premium, tidak mengalami kenaikan dalam beberapa waktu terakhir. Namun, harganya juga belum kunjung turun setelah naik sejak awal tahun.

Yanto, salah seorang pedagang beras di Pasar Rumput, mengatakan nilai beras medium saat ini dijual Rp14.500-Rp15.000 per kilogram (kg), sedangkan beras premium berada di kisaran Rp15.000-Rp17.000 per kg.

"(Harga) beras lagi banyak sih, beragam.. Kalau nan medium Rp14.500-15.000 per kg. Kalau premium Rp15.000-17.000 per kg. Normal sih ini, harganya memang stabil tinggi dari berapa bulan," kata Yanto kepada CNBC Indonesia saat ditemui di lokasi, Selasa (21/7/2026).

Meski sempat beredar berita beras premium mulai susah didapat, Yanto menilai stok di tingkat pedagang tetap tersedia. Menurutnya, berkurangnya pasokan kemungkinan dipengaruhi belum masuknya musim panen.

"Engga (langka) ya kayaknya. Kalau dicari tetap ada, hanya memang kemarin kata orang induk (Pasar Induk Beras Cipinang/PIBC) mulai agak susah. Tapi mungkin itu lantaran lagi ga musim panen ya. Lagi nggak ada panen, jadi makanya stoknya agak susah," ujarnya.

Yanto menyebut nilai beras belum mengalami kenaikan lagi, namun sudah lama memperkuat di level nan tinggi.

"Harganya nggak ada naik, tapi ini stabilnya sudah tinggi ya, nggak turun-turun," ucap dia.

Pedagang beras lainnya, Jali, juga mengungkapkan perihal serupa. Menurutnya, nilai beras sudah tinggi sejak awal 2026. Meski sempat turun pada April-Mei, nilai kembali memperkuat di level tinggi hingga saat ini.

"Beras sudah mahal dari awal 2026 ya. Sempat turun sejenak pas April-Mei, lenyap itu stabil tinggi kayak sekarang. Premium ini Rp15.000-Rp17.000 per liter, medium Rp12.000-Rp14.000 per liter. Kalau kilogram hitung saja tambah Rp1.500 per liter. Saya jualnya literan," ucap Jali.

Terkait pasokan, Jali mengatakan stok beras di pasar tetap mencukupi. Hanya saja, kiriman dari wilayah mulai berkurang dan sebagian produsen disebut mulai beranjak memproduksi beras fortifikasi.

"Engga, tetap banyak. Lagi musim gadu kali ya makanya kiriman dari wilayah berkurang. Cuma kemarin pas cari barang, itu katanya memang sekarang produsen lari ke beras nan ada vitamin-vitaminnya (fortifikasi) gitu," tuturnya.

Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat tren kenaikan nilai beras tetap bersambung hingga pekan ketiga Juli 2026. Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono mengatakan nilai beras medium maupun premium terus meningkat dalam beberapa bulan terakhir.

Berdasarkan info Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP) Kementerian Perdagangan, rata-rata nilai beras medium secara nasional pada pekan ketiga Juli mencapai Rp14.477 per kg, sedangkan beras premium mencapai Rp16.313 per kg. BPS juga mencatat jumlah kabupaten/kota nan mengalami kenaikan nilai beras terus bertambah, baik untuk beras medium maupun premium.

Pantauan nilai pangan di Pasar Rumput, Jakarta Selatan, Selasa (21/7/2026). (CNBC Indonesia/Martyasari Rizky)Pantauan nilai pangan di Pasar Rumput, Jakarta Selatan, Selasa (21/7/2026). (CNBC Indonesia/Martyasari Rizky) Foto: Pantauan nilai pangan di Pasar Rumput, Jakarta Selatan, Selasa (21/7/2026). (CNBC Indonesia/Martyasari Rizky)

(dce)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya