Harga Cabai Merah Keriting di Batam Melonjak, Pembeli Mulai Kurangi Belanja

1 hari yang lalu 6
Harga Cabai Merah Keriting di Batam Melonjak, Pembeli Mulai Kurangi Belanja Tumpukan cabe merah keriting dijajakan di salah satu pasar tradisional Kota Batam, Selasa (28/7). Harga komoditas tersebut mengalami kenaikan seiring terbatasnya pasokan dari wilayah sentra produksi.(MI/HENDRI KREMER)

HARGA cabai merah di sejumlah pasar tradisional Kota Batam kembali berfluktuasi pada Selasa (28/7). Kenaikan paling tinggi terjadi pada cabe merah keriting nan dijual sekitar Rp50.350 per kilogram alias naik sekitar Rp6.700 dibandingkan nilai sebelumnya. Sementara itu, cabe merah besar naik menjadi Rp68.000 per kilogram. Di sisi lain, nilai cabe rawit merah justru turun menjadi Rp62.150 per kilogram.

Kenaikan nilai cabe merah keriting mulai dirasakan para pedagang di sejumlah pasar tradisional. Seorang pedagang cabe di Pasar Tos 3000 Batam, Amin, 40, mengatakan nilai dari pemasok meningkat dalam beberapa hari terakhir akibat pasokan nan berkurang dari wilayah pemasok.

"Beberapa hari ini nilai cabe merah keriting memang naik. Kami mengambil peralatan dari pemasok dengan nilai lebih tinggi, sehingga terpaksa menyesuaikan nilai jual. Pembeli tetap ada, tetapi banyak nan mengurangi jumlah belanja," ujarnya, Selasa (28/7).

Menurutnya, pasokan cabe dari wilayah sentra produksi belum sepenuhnya normal sehingga nilai di tingkat pedagang tetap berpotensi berubah mengikuti nilai dari distributor.

Kenaikan nilai tersebut juga mulai dirasakan masyarakat. Seorang pembeli, Ince, 34, mengaku sekarang lebih selektif dalam membeli cabe agar pengeluaran rumah tangga tetap terkendali.

"Biasanya saya membeli satu kilogram, sekarang cukup separuh kilogram. nan krusial kebutuhan memasak tetap terpenuhi lantaran nilai cabe sedang naik," katanya.

Selain cabai, nilai sejumlah kebutuhan pokok lainnya di Batam relatif stabil. Beras premium tetap berada di kisaran Rp16.000 per kilogram, beras medium Rp15.150 per kilogram, sementara bawang merah dan bawang putih mengalami penurunan tipis dibandingkan beberapa hari sebelumnya.

Pelaku pasar berambisi pasokan cabe dari wilayah pemasok kembali lancar sehingga nilai dapat berangsur normal. Mengingat sebagian besar kebutuhan cabe Batam tetap didatangkan dari luar daerah, kelancaran pengedaran menjadi aspek krusial dalam menjaga stabilitas nilai di tingkat konsumen.

Hingga buletin ini diturunkan, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Batam, Wahyu Daryatin, maupun Kepala Bidang Perdagangan Disperindag Kota Batam belum memberikan keterangan mengenai perkembangan nilai cabe di pasar tradisional. Upaya konfirmasi tetap terus dilakukan. (H-2)

Selengkapnya