Jakarta, CNBC Indonesia - Wakil Ketua MPR RI Eddy Soeparno mengungkapkan bahwa nilai jual Liquefied Petroleum Gas (LPG) 3 kilogram (kg) nan diterima masyarakat saat ini tetap mendapat subsidi besar dari pemerintah.
Menurut Eddy, nilai keekonomian LPG 3 kg sebenarnya mencapai sekitar Rp56.000 per tabung, alias lebih dari dua kali lipat dibandingkan nilai nan dibayar masyarakat.
"LPG 3 kg, Ibu Bapak, harganya kurang lebih Rp 20.000-Rp 21.000. Keekonomiannya Rp 56.000," katanya dalam aktivitas Coffee Morning CNBC Indonesia, dikutip Jumat (24/7/2026).
Dengan demikian, terdapat selisih sekitar Rp35.000-Rp36.000 per tabung nan ditanggung pemerintah sebagai subsidi agar nilai LPG 3 kg tetap terjangkau bagi masyarakat nan berkuasa menerima.
Sebelumnya, Presiden RI Prabowo Subianto mengungkapkan besarnya sebaran subsidi daya nan diberikan pemerintah kepada masyarakat. Setidaknya, puluhan juta rumah tangga di Indonesia menikmati beragam corak subsidi, mulai dari LPG, BBM hingga listrik.
Ia pun memerinci sebanyak 66,4 juta rumah tangga menerima subsidi LPG. Jumlah tersebut, menurutnya, jauh lebih besar dibandingkan negara-negara tetangga.
"Subsidi LPG, 66 juta rumah tangga menerima subsidi LPG 66 juta 400 ribu rumah tangga, dua kali Malaysia. 12 kali Singapura, boleh juga ya pemerintah RI," ungkap Prabowo dalam Sidang Kabinet Paripurna, Istana Negara, Senin (20/7/2026).
Menurutnya, keberhasilan tersebut merupakan hasil kerja keras seluruh pemerintahan sejak masa Presiden pertama RI Soekarno hingga saat ini.
"Saudara tanpa kita sadari apa nan kita capai dan selalu saya katakan saudara-saudara marilah kita sadar ini prestasi kita berbareng dari era Bung Karno sampai sekarang," kata dia.
(pgr/pgr)
Addsource on Google

1 jam yang lalu
4







English (US) ·
Indonesian (ID) ·