Harga Minyak Dunia Dekati US$95 per Barel usai Ancaman Rubio ke Iran

1 jam yang lalu 3
Harga Minyak Dunia Dekati US$95 per Barel usai Ancaman Rubio ke Iran Marco Rubio.(Al Jazeera)

HARGA minyak bumi melonjak ke level tertinggi dalam lebih dari satu bulan setelah Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Marco Rubio, memperingatkan bahwa AS bakal terus menggempur Iran selama negara tersebut memblokade Selat Hormuz. Minyak mentah jenis Brent melonjak nyaris 4 persen hingga mendekati US$95 per barel pada Rabu (22/7), saat pasukan AS membombardir Iran untuk malam kesebelas berturut-turut.

Berbicara di sela-sela pertemuan menteri luar negeri ASEAN di Manila, Filipina, Rubio menyampaikan ancaman tumpul kepada wartawan. Ia menegaskan bahwa Washington bakal tetap menempatkan kapal perangnya dalam pertempuran, meskipun dia tetap membuka pintu untuk kesepakatan damai.

"Kami bakal terus melindungi pengiriman (logistik), dan kami pikir negara-negara lain kudu berasosiasi dengan kami dalam upaya tersebut," ujar Rubio. Ia menuduh Teheran melanggar kesepakatan gencatan senjata untuk membuka kembali Selat Hormuz dalam waktu dua minggu setelah perjanjian disepakati.

Tekanan di Tiga Jalur Utama Dunia

Pasar daya saat ini terjepit di tiga front sekaligus: Selat Hormuz, Laut Merah, dan Laut Hitam. Di Laut Merah, setidaknya dua kapal tanker minyak nan menuju titik transit Bab al-Mandeb terpaksa berbalik arah semalam setelah pemberontak Houthi nan didukung Iran menakut-nakuti bakal memblokade Arab Saudi. Jalur ini menangani sekitar 12 persen aliran minyak dunia sebelum perang pecah.

Sementara itu, serangan Ukraina terhadap pengiriman Rusia mengganggu arteri ketiga di Laut Hitam. Terminal utama di wilayah tersebut dilaporkan menghentikan pengiriman minyak Kazakh setelah ada serangan terhadap kapal-kapal tanker.

Dampak Ekonomi: Harga BBM di tingkat konsumen melampaui US$4 per galon (sekitar Rp65.000), sementara pasar duit sekarang memperkirakan kesempatan sebesar 24 persen bagi Federal Reserve untuk meningkatkan suku kembang bulan ini guna meredam inflasi energi.

Posisi Keras Donald Trump

Meskipun Rubio menyatakan AS tetap menginginkan perdamaian jika Iran meninggalkan ambisi nuklir dan terorisme, dia mempertegas bahwa Presiden Donald Trump siap melakukan eskalasi. "Presiden mempunyai banyak opsi nan tersedia baginya jika mereka terus bersikap tidak kooperatif," tegas Rubio.

Pernyataan ini muncul sehari setelah Trump menyatakan bahwa pejabat Iran sangat ingin bertemu. Namun Washington tidak mempunyai minat untuk berbincang saat ini. Trump apalagi sesumbar bahwa jika AS pergi sekarang, Iran bakal memerlukan waktu 20 hingga 25 tahun untuk membangun kembali kekuatannya.

Lebih lanjut, Trump juga melipatgandakan ancamannya untuk mengebom situs nuklir Iran nan dikenal sebagai Pickaxe Mountain dalam waktu dekat dan dengan intensitas tinggi. "Tidak ada satu perihal pun nan bisa mereka lakukan untuk menghentikannya," kata Trump.

Hingga saat ini, para pedagang minyak bersiap menghadapi perang nan berkepanjangan, dengan nilai minyak mentah diprediksi bakal terus merangkak naik menuju nomor US$100 per barel jika ketegangan di jalur-jalur maritim utama tidak segera mereda. (Daily Mail/I-2)

Selengkapnya