Perdagangan cabe merah di pasar Petisah, Medan.(MI/Yoseph Pencawan)
HARGA sejumlah komoditas pangan di Sumut mengalami kenaikan cukup signifikan pada perdagangan awal pekan ini. Lonjakan nilai terutama terjadi pada lima komoditas, ialah cabai merah, cabe rawit, daging ayam, telur ayam dan tomat.
Berdasarkan info Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Kota Medan, Senin (20/7), nilai rata-rata cabe merah nan sebelumnya ditransaksikan di kisaran Rp26.800 sekarang melonjak menjadi Rp36.800 per kg. Adapun nilai tertinggi cabe merah di Kota Medan tercatat berada di Pusat Pasar dengan menyentuh nomor Rp44.500 per kg.
Kenaikan serupa terjadi pada cabe rawit hijau. Rata-rata nilai komoditas ini naik menjadi Rp65.900, dari posisi sebelumnya di nomor Rp57.700 per kg. Harga tertinggi cabe rawit hijau ditemukan di pasar tradisional Brayan nan mencapai Rp68.000 per kg.
Selanjutnya rata-rata nilai daging ayam naik dari Rp33.200 pada akhir pekan lampau menjadi Rp35.800 per kg. Harga tertinggi tercatat di Pasar Sukaramai dan Pasar Brayan nan mencapai Rp36.500 per kg.
Berikutnya nilai telur ayam mengalami kenaikan dibandingkan posisi akhir pekan lampau di level Rp27.600 per kg. Bahkan telah merangkak naik dari nilai Rp27.450 per kg dalam sepekan terakhir.
Berdasarkan info PIHPS, tiga pasar di Kota Medan mencatatkan nilai telur ayam tertinggi, ialah Pasar Brayan, Pusat Pasar dan Pasar Petisah. Di ketiga pasar tersebut nilai telur ayam berada di level Rp28.000 per kg.
Selain golongan cabai, hasil pengamatan langsung juga menunjukkan nilai tomat ikut melambung. Harga tomat mengalami kenaikan sekitar 40%, dari Rp10.000 pada akhir pekan lampau menjadi Rp14.000 per kg.
Ekonom Universitas Islam Sumatera Utara (UISU) Gunawan Benjamin menilai lonjakan nilai kedua jenis cabe tersebut tidak terlepas dari minimnya suplai alias persediaan di awal pekan akibat libur panjang akhir pekan sebelumnya.
"Namun nilai berkesempatan kembali turun dalam waktu dekat dan bakal menemui titik keseimbangan baru pada Rabu alias Kamis mendatang," ujarnya, di Medan.
Kenaikan saat ini, menurut dia, lebih mencerminkan dinamika pasar nan tidak stabil akibat libur panjang. Pergerakan nilai tomat juga diperkirakan tidak jauh berbeda dengan dinamika nilai cabai.
Namun, lanjut dia, berbeda dengan komoditas hortikultura nan terkendala pasokan, kenaikan nilai daging ayam dan telur ayam lebih dipicu oleh lonjakan permintaan. Peningkatan ini terjadi pascalibur panjang serta momentum bulan Muharram.
Dia pun memproyeksikan nilai daging dan telur ayam hanya bakal memperkuat dalam jangka pendek dengan potensi kenaikan lanjutan nan condong terbatas. (YP)








English (US) ·
Indonesian (ID) ·