Harga Telur di RI Jomplang-di Papua Mahal 110% RI, Peternak Apa Kabar?

1 hari yang lalu 5

Jakarta, CNBC Indonesia - Badan Pusat Statistik (BPS) menyoroti tren penurunan nilai telur ayam ras nan terjadi di kebanyakan wilayah Indonesia pada minggu ketiga Juli 2026. Meski demikian, tetap terdapat sejumlah wilayah nan mencatat kenaikan nilai komoditas tersebut.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono mengatakan, sebanyak 72,50% wilayah Indonesia mengalami penurunan Indeks Perkembangan Harga (IPH) telur ayam ras pada minggu ketiga Juli 2026. Sementara jumlah kabupaten/kota nan mengalami kenaikan IPH juga terus berkurang, dari 22 wilayah pada minggu kedua menjadi tinggal 20 wilayah pada minggu ketiga Juli 2026.

"Telur ayam ras, sejak bulan Maret 2026 ini terus mengalami penurunan tiap minggunya. Kondisi sekarang harganya Rp29.158 (per kg) di bawah HAP (harga referensi penjualan). HAP-nya Rp30.000 (per kg), alias menurun 3,49 persen. Ada 72,50 persen Kabupaten/Kota nan mengalami penurunan, alias jumlahnya saat ini menjadi 20 Kabupaten/Kota," kata Ateng dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah, Senin (20/7/2026).

Meski kebanyakan wilayah mengalami penurunan harga, Ateng mengatakan tetap terdapat sejumlah wilayah nan mencatat kenaikan nilai telur ayam ras.

"Ada beberapa Kabupaten/Kota nan cukup tinggi, ialah di Kabupaten Mahakam Ulu, ini 93 persen di atas HAP. Kemudian Kabupaten Dogiyai 50 persen (di atas HAP), dan ini apalagi Kabupaten Mappi 110 persen (di atas HAP)," ujarnya.

Berdasarkan paparan BPS, nilai terendah antara lain tercatat di Kabupaten Bantaeng sebesar Rp23.883 per kg alias 20,39% di bawah HAP, disusul Tanjung Jabung Barat Rp28.800 per kg (4% di bawah HAP), Malaka Rp29.167 per kg (2,78% di bawah HAP), Aceh Tenggara Rp29.600 per kg (1,33% di bawah HAP), Lingga Rp29.622 per kg (1,26% di bawah HAP), dan Agam Rp29.800 per kg (0,67% di bawah HAP). Sementara itu, nilai telur di Kabupaten Flores Timur tercatat sudah kembali sesuai HAP.

Di sisi lain, tetap ada 20 kabupaten/kota nan mengalami kenaikan IPH telur ayam ras. Lonjakan nilai paling tinggi terjadi di Kabupaten Mahakam Ulu nan mencapai Rp58.000 per kg alias 93,33% di atas HAP, disusul Kabupaten Mappi Rp63.000 per kg alias 110% di atas HAP, Kabupaten Dogiyai Rp45.000 per kg (50% di atas HAP), Kabupaten Supiori Rp44.000 per kg (46,67% di atas HAP), Kabupaten Kepulauan Sula Rp40.000 per kg (33,33% di atas HAP), Kabupaten Halmahera Timur Rp38.167 per kg (27,22% di atas HAP), serta Kabupaten Pulau Morotai Rp38.000 per kg (26,67% di atas HAP).

Kenaikan juga tercatat di Buton Selatan, Buru Selatan, Paser, Siau Tagulandang Biaro, Flores Timur, Raja Ampat, dan sejumlah wilayah lainnya.

Harga Daging Ayam juga Turun

Selain telur ayam ras, BPS juga mencatat tren penurunan nilai terjadi pada komoditas daging ayam ras. Rata-rata nilai daging ayam ras secara nasional pada minggu ketiga Juli 2026 tercatat sebesar Rp37.523 per kg alias turun 1,49% dibandingkan Juni 2026.

"Untuk daging ayam ras, ini mengalami penurunan 1,49 persen alias berada di bawah HAP Rp40.000 per kg, sedangkan nilai rata-rata daging ayam ras mencapai Rp37.500 per kg pada kondisi minggu ketiga Juli.

Ateng menuturkan, ada sebanyak 56,11% wilayah di Indonesia nan mengalami penurunan IPH daging ayam ras.

"Ada 56 persen Kabupaten/Kota nan mengalami penurunan. Walaupun demikian, jika dilihat dari kuantitasnya ialah ada 55 Kabupaten/Kota nan mengalami peningkatan IPH-nya, alias naik dari minggu lalunya 46 Kabupaten/Kota," jelas dia.

BPS mencatat wilayah nan mengalami nilai daging ayam ras tertinggi ialah Kabupaten Intan Jaya, dengan level nilai mencapai Rp100.000 per kg, kemudian Kabupaten Yahukimo Rp85.000 per kg, dan Kabupaten Pegunungan Bintang Rp80.000 per kg.

Tangkapan layar dari paparan BPS dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah Kemendagri, Senin (20/7/2026). (YouTube/Kemendagri)Tangkapan layar dari paparan BPS dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah Kemendagri, Senin (20/7/2026). (YouTube/Kemendagri) Foto: Tangkapan layar dari paparan BPS dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah Kemendagri, Senin (20/7/2026). (YouTube/Kemendagri)

Bagaimana Harga di Tingkat Peternak?

Sebelumnya, nilai ayam hidup (livebird) di tingkat peternak mulai menunjukkan tren kenaikan setelah sempat ambruk dalam dua bulan terakhir. Namun, kenaikan tersebut belum sepenuhnya menjadi berita baik bagi peternak lantaran biaya produksi juga ikut membengkak. Sementara itu, nilai telur justru tetap lesu dan berada di bawah biaya pokok produksi.

Sekretaris Jenderal Gabungan Organisasi Peternak Ayam Nasional (GOPAN) Sugeng Wahyudi mengatakan, nilai ayam mulai bergerak naik sejak Senin (13/7/2026) lalu. Namun demikian, nilai nan ada saat ini tetap berada di kisaran apalagi di bawah biaya pokok produksi peternak.

"Harga ayam sudah mulai bergerak naik, mulai hari Senin 13 Juli 2026 setidaknya kerugian para peternak berkurang. Saat ini nilai ayam hidup (di peternak) di kisaran Rp20.000 per kg, dibandingkan dengan Juni nan Rp13.000 (per kg). Artinya ada kenaikan. Biaya pokok peternak saat ini Rp20.000-Rp22.000 per kg," kata Sugeng kepada CNBC Indonesia, Jumat (17/7/2026).

Sementara itu, Ketua Asosiasi Peternak Layer Nasional (APLN) Musbar Mesdi mengatakan, kondisi peternak ayam petelur hingga sekarang juga belum membaik. Rendahnya nilai jual telur dinilai tidak lepas dari melemahnya daya beli masyarakat nan tetap terbebani biaya hidup.

"Harga jual komoditas kita parah gara-gara biaya hidup harian masyarakat berat sekali. Harga telur di tingkat peternak Rp21.000-Rp22.000 per kg, sementara titik lunas dengan kondisi saat ini, alias biaya pokok produksinya untuk ayam petelur Rp23.000-Rp24.000 per kg," kata Musbar dihubungi terpisah.

Tangkapan layar dari paparan BPS dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah Kemendagri, Senin (20/7/2026). (YouTube/Kemendagri)Tangkapan layar dari paparan BPS dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah Kemendagri, Senin (20/7/2026). (YouTube/Kemendagri) Foto: Tangkapan layar dari paparan BPS dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah Kemendagri, Senin (20/7/2026). (YouTube/Kemendagri)

(dce)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya