Jakarta, CNBC Indonesia - Nama Burhanuddin Abdullah seketika muncul dalam bursa calon gubernur Bank Indonesia (BI), setelah Perry Warjiyo undur diri dari kedudukan orang nomor satu di bank sentral.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto ketika dikonfirmasi wartawan mengenai kebenaran berita tersebut hanya meminta publik untuk menunggu nama calon nan bakal disampaikan Presiden Prabowo Subianto kepada DPR.
"Kita tunggu saja dulu," ujar Airlangga di kantornya, sebagaimana dikutip pada Kamis (28/7/2026).
Perry mengundurkan diri dari kedudukan Gubernur BI pada 25 Juli 2026 melalui pengiriman surat kepada kepala negara.
Setelah Perry mengundurkan diri, pada 26 Juli 2026 majelis gubernur BI mengadakan rapat dan memutuskan Deputi Gubernur Senior Destry Damayanti, sebagai pejabat Gubernur sementara sesuai pasal 50 ayat (2) UU BI.
Mekanisme itu sesuai dengan pasal 48 ayat (1) huruf (a) UU No. 23 Tahun 1999 tentang Bank Indonesia sebagaimana telah diubah beberapa kali terakhir dengan UU No. 4 Tahun 2026,
Destry bakal menjabat sebagai gubernur sementara BI sampai Prabowo mengirimkan nama calon gubernur BI nan baru ke DPR untuk diuji kepantasan dan kepatutan alias fit and proper test oleh Komisi XI DPR.
Wakil Ketua Komisi XI DPR RI Mohamad Hekal mengungkapkan usulan calon nan diberikan oleh Presiden maksimal ditetapkan sebanyak 3 nama, berasas patokan dalam UU P2SK. Adapun, DPR belum menerima surat dari Presiden lantaran DPR saat ini memasuki masa reses.
"Kita tetap menunggu usulan Presiden, maksimal 3 nama," ujar Hekal dalam Power Lunch, CNBC Indonesia TV, Senin (27/7/2026).
Sebagai informasi, Burhanuddin Abdullah merupakan Gubernur Bank Indonesia sejak 2003 hingga 2008 dan merupakan Gubernur untuk International Monetary Fund (IMF), Washington DC, di Indonesia.
Pria kelahiran Garut, Jawa Barat pada 10 Juli 1947 itu juga pernah menjabat sebagai Menteri Koordinator Bidang Perekonomian di era Pemerintahan Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur).
Burhanuddin Abdullah merupakan Ketua Dewan Pakar dalam Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo-Gibran saat Pilpres 2024.
Burhanuddin memperoleh gelar Sarjana Pertanian (Ir.) dari Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran Bandung tahun 1974, Master of Arts (M.A.) di bagian Ekonomi dari Universitas Negeri Michigan, Amerika Serikat (1984), dan Doktor Honoris Causa di bagian Ekonomi dari Universitas Diponegoro (2006).
(arj/arj)
Addsource on Google

50 menit yang lalu
2







English (US) ·
Indonesian (ID) ·