Pete Hegseth.(Al Jazeera)
KETEGANGAN antara Amerika Serikat dan Iran sekarang berada di titik kritis nan mengarah pada potensi perang skala penuh. Setelah kematian sedikitnya dua personil militer AS di Timur Tengah akhir pekan lalu, Presiden Donald Trump mengeluarkan peringatan keras dan menjanjikan pembalasan nan jauh lebih besar.
Melalui unggahan di media sosial pada Senin (20/7/2026), Trump menegaskan sikapnya terhadap Teheran. "Setiap kali Iran membunuh seorang prajurit Amerika, mereka bakal bayar pembunuhan itu acapkali lipat!" tulis Trump. Ia juga mengonfirmasi telah memberikan petunjuk langsung kepada Menteri Pertahanan Pete Hegseth dan Ketua Kepala Staf Gabungan Dan Caine untuk segera meluncurkan serangan balasan.
Pentagon Ungkap Data Korban
Di tengah meningkatnya genderang perang, Pentagon untuk pertama kali mengungkapkan skala cedera nan dialami pasukan AS sejak bentrok memanas kembali pada 7 Juli 2026. Juru bicara Pentagon menyatakan bahwa nyaris 100 personel militer teridentifikasi mengalami tingkat cedera tertentu.
Meskipun demikian, pihak militer mengeklaim bahwa 96% dari mereka telah kembali bertugas. "Sebagian besar cedera nan dialami adalah gegar otak ringan," ungkap ahli bicara tersebut pada Senin waktu setempat.
Kematian tentara AS akhir pekan lampau diketahui terjadi setelah rudal Iran sukses menembus sistem pertahanan udara dan menghantam unit perumahan pasukan di Yordania. Insiden ini menghancurkan angan diplomasi nan sempat diupayakan Gedung Putih pekan lalu.
Kesaksian di Capitol Hill
Menteri Pertahanan Pete Hegseth dan Dan Caine dijadwalkan datang di Capitol Hill pada Selasa (21/7) sore waktu setempat untuk memberikan kesaksian di hadapan Komite Alokasi Senat. Sidang ini bakal konsentrasi pada permintaan pendanaan tambahan perang nan diajukan Trump.
Para senator diperkirakan bakal mencecar Pentagon mengenai transparansi info korban luka dalam beberapa pekan terakhir. Selain itu, di tengah kenaikan nilai bahan bakar dan menyempitnya opsi diplomatik, Hegseth dan Caine menghadapi tekanan besar untuk menjelaskan gimana eskalasi ini dapat menjamin keamanan penduduk Amerika.
Catatan Intelijen: Intelijen Israel meyakini Iran memindahkan ribuan sentrifugasi pengayaan uranium jauh ke dalam Gunung Pickaxe, letak nan sebelumnya diancam bakal diserang oleh Trump.
Agenda Diplomatik dan Kebijakan Lain
Selain konsentrasi pada bentrok Iran, Presiden Trump dijadwalkan berjumpa dengan Presiden Libanon Joseph Aoun pada Selasa pagi untuk pertemuan bilateral. Di sisi lain, Trump juga menegaskan perlindungan terhadap Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dari potensi penangkapan oleh otoritas lokal di AS mengenai surat perintah Mahkamah Pidana Internasional (ICC).
Di bagian ekonomi, Trump terus memperketat kebijakan perdagangan dengan memberlakukan tambahan tarif 50% pada barang-barang tertentu dari Kanada, termasuk semen, peralatan hoki, dan produk minuman anggur. (The Wall Street Journal/I-2)








English (US) ·
Indonesian (ID) ·